Layanan Publik

Pemerintah Aceh Hentikan Penerimaan Tenaga Honorer

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf

ACEHTERKINI.COM | Pemerintah Aceh menegaskan penerimaan tenaga honor, tenaga kontrak dan tenaga bakti untuk pendidikan maupun non pendidikan dihentikan. “Jumlahnya sudah terlalu banyak,” kata Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, Jumat (13/10/2017).

Irwandi mengatakan, semua guru honor, bakti dan kontrak tidak boleh diterima lagi, ini juga berlaku untuk tenaga non pendidikan.

“Saya perintahkan seluruh instansi agar tidak lagi menerima guru honor maupun pegawai honor, jumlahnya sudah cukup. Tapi kita harus berusaha menciptakan lapangan pekerjaan. Mudah-mudahan kebijakan ini tidak ada kendala yang berarti,” kata Irwandi Yusuf saat gelar konperensi pers 100 hari pemerintahan Irwandi – Nova, di Gedung Serba Guna, Kantor Gubernur Aceh, Jumat (13/10/2017).

Masalah gaji guru honor kata Irwandi disamakan dengan gaji yang diterima pegawai honorer yang non pendidikan.

“Jangan ada diskriminasi, gaji guru honor, bakti dan kontrak kita samakan dengan pegawai honor non pendidikan. Mereka mendapatkan gaji sesuai Upah Minimun Regional (UMR) penuh setiap bulannya,” ujar Irwandi didampingi Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Awalnya kata Irwandi, gaji guru honor ini kita bayar sesuai dengan jam kerja, ada perubahan karena saya melihat pegawai honor yang non pendidikan menerima UMR penuh tidak berdasarkan jam produksi.

“Maka saya usulkan gaji guru honor dibayar sama dengan gaji yang diterima pegawai honor yang non pendidikan,” kata Irwandi Yusuf.

Namun kata Gubernur Aceh, Pemerintah Aceh akan screening ulang guru honor dan guru PNS, yang terpakai adalah guru honor yang mampu mengajar dengan baik. “Screening ini juga berlaku bagi guru yang PNS, apakah masih bisa mengajar atau tidak, kita turunkan jumlahnya sampai angka ideal,” kata Irwandi. [Firman]

Comments
To Top