Lingkungan

70 Hektar Sawit Eks PT. Agro Sinergi Nusantara Dimusnahkan

BKSDA Aceh bersama mitra Musnahkan Sawit di Lahan eks PT. ASN di Suaka Margasatwa Rawa Singkil

Istimewa

ACEHTERKINI.COM | Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Aceh bersama Polda Aceh dan mitra melakukan pemusnahan tanaman sawit eks PT. Agro Sinergi Nusantara (ASN) yang tumpang tindih dengan kawasan Suaka Margasatwa Rawa Singkil.

Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo menyampaikan kegiatan penumbangan tanaman sawit seluas 70 hektar ini dimulai 28 November 2017. “Kegiatan itu rencananya akan dituntaskan dalam waktu 10 hari,” kata Sapto Aji Prabowo, Kamis (30/11/2017).

Penumbangan ini dilakukan secara bertahap. “Setelah semuanya dimusnahkan, maka dilakukan restorasi ekosistem yang akan dilaksanakan oleh BKSDA Aceh bersama mitra,” kata Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Daya Alam (BKSDA) Wilayah II, Hadi Sofyan

Eksekusi ini sesuai surat Plt. Dirjen KSDAE KLHK No. S.63/KSDSE/KK/KSA.1/2/2017 tgl 20 Februari 2017 yang menegaskan bahwa areal tumpang tindih seluas 340 hektar adalah masuk kawasan SM Rawa Singkil.

Surat Dirjen KSDAE ini juga menolak permohonan PT. ASN untuk pengelolaan areal seluas 70 hektar yang sudah ditanami sawit.

Dengan surat Dirjen tersebut, PT. ASN kemudian menyerahkan kembali areal tumpang tindih kepada BKSDA dan selanjutnya dilakukan penebangan sawit yang sudah ditanam untuk kemudian akan dilakukan kegiatan pemulihan ekosistem atau restorasi.

Dugaan tumpang tindih PT. ASN dengan SM Rawa Singkil sendiri diketahui setelah dilakukan pengecekan bersama antara BKSDA Aceh, BPKH Wilayah XVIII Banda Aceh, BPN Aceh Selatan dan PT. ASN serta Polda Aceh pada tahun 2015.

Tumpang tindih terjadi karena kesalahan peta kerja yang dibuat pada masa lampau. PT ASN sendiri sempat mengajukan permohonan pengelolaan tanaman yang sudah terlanjur ditanam dengan investasi pinjaman bank yang tidak sedikit, namun setelah dilakukan pencermatan, Dirjen KSDAE menolak permohonan tersebut sehingga pada tanggal 28 November 2017 dilakukan eksekusi di lapangan.

Eksekusi sendiri dilaksanakan setelah tata batas persekutuan yang dilakukan BPKH Wilayah 18, BKSDA Aceh, BPN dan PT. ASN selesai dikerjakan pada Mei 2017 yang lalu, sehingga batas antara SM Rawa Singkil dan HGU PT ASN jelas di lapangan.

Eksekusi ini merupakan tahapan pertama dari rencana pemulihan ekosistem atau restorasi kawasan yang akan dilaksanakan bersama para mitra BKSDA (OIC, WCD dan FKL) serta dengan melibatkan masyarakat yang secara administratif berada di Desa Seunobok Pusaka, Kecamatan Trumon Timur Kabupaten Aceh Selatan.

Pemulihan ekosistem ditujukan untuk memulihkan fungsi kawasan Suaka Margasatwa Rawa Singkil sebagai rawa gambut paling penting di Aceh yang merupakan habitat berbagai jenis satwa liar serta menjadi pendukung sistem penyangga kehidupan masyarakat sekitarnya. [Ril]

Comments
To Top