Sosial

Warga Sayeung Kembangkan Wisata Buaya di Hutan Mangrove

Hutan Mangrove di Gampong Baroe Sayeung, Kabupaten Aceh Jaya

Foto | Arif

ACEHTERKINI.COM | Warga Gampong Baroe Sayeung, Kecamatan Setia Bakti, Kabupaten Aceh Jaya akan mencoba mengembangkan wisata buaya di Hutan Manggrove desa setempat. Ketua Ekosistem Manggrove di desa itu, Abdul Hadi mengatakan, wisata alam ini segera diluncurkan dalam waktu dekat.

“Semoga rencana ini mendapat perhatian dari pemerintah, meski kami sudah membangun secara swadaya masyarakat sendiri,” kata Abdul Hadi kepada acehterkini, Selasa (7/11/2017).

Menurutnya ekowisata mangrove berbasis masyarakat menjadi salah satu destinasi wisata alam yang langka di Indonesia.

Abdul Hadi menjelaskan, saat ini warga sedang mempersiapkan beberapa objek agar dapat dinikmati masyarakat dan para pengunjung. Salah satu spot yang sedang disiapkan adalah wisata buaya.

Kemudian spot mancing, edukasi, kuliner, budidaya dan objek wisata mangrove juga sudah disiapkan untuk daya tarik pengunjung.

Abdul Hadi menambahkan spot wisata buaya ini nantinya pengunjung bisa melihat langsung buaya-buaya yang ada di Gampong Baroe.

“Kita punya pawang buaya, karena selama ini Gampong Baroe Sayeung juga sudah dikenal daerah yang memiliki banyak jenis buaya di Aceh,” kata Abdul Hadi.

Objek wisata lain yang akan disiapkan adalah edukasi mangrove yang nantinya akan menjadi pusat belajar mangrove. Menurut Abdul Hadi Gampong Baroe Sayeung memiliki 10 jenis mangrove yang sudah dikembangkan.

Masih dikatakan Abdul Hadi, spot lain yang akan dikembangkan adalah wisata mangrove, yaitu paket jalan-jalan menggunakan sampan atau perahu keliling pohon mangrove. Kemudian spot budidaya dan spot kuliner.

“Kami ingin memberikan daya tarik bagi pengunjung agar bisa menikmati wisata alam mangrove di Sayeung, Aceh Jaya,” harap Abdul Hadi.

Rencana ini sudah mendapat dukungan dari masyarakat Gampong Baroe Sayeung. “Saat ini kami sudah membangun secara swadaya dengan mendirikan Sekretariat Ekowisata Mangrove di desa, dan paket-paket wisata itu nantinya besar harapan dapat didukung oleh pemerintah,” kata Abdul Hadi.

Sebagaimana diketahui, Aceh Jaya memiliki potensi alam hutan mangrove di lima kecamatan, yaitu Kecamatan Jaya, Indra Jaya, Sampoiniet, Darul Hikmah dan Kecamatan Setia Bakti. [Arif]

To Top