Peristiwa

Tebing Sungai Amblas, Ratusan Rumah Warga Banjir

Tebing Sungai Amblas, Ratusan Rumah Warga di Kecamatan Tangan-Tangan, Manggeng, Lembah Sabil Kabupaten Abdya banjir, 27 November 2017

Foto | Rizal

ACEHTERKINI.COM | Ratusan rumah warga tergenang banjir luapan di sejumlah desa dalam Kecamatan Tangan-Tangan, Manggeng dan Lembah Sabil, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), pada Minggu (26/11/2017) sekira pukul 20.00 wib hingga pukul 00.00 wib.

Banjir luapan itu, diduga datang akibat tebing yang berada di sisi sungai (Krueng) Tangan-Tangan ambruk dan menimpa badan sungai sehingga menyumbat laju arus air.

“Aliran air terganggu karena amblasnya tebing sungai yang disertai dengan pokok bambu. Sehingga air sungai menggenangi rumah warga yang berada di pinggir dan sepadan sungai,” kata Abas (40), warga Desa Mesjid, Kecamatan Tangan-Tangan, Senin (27/11/2017) pagi

Saat itu Abas sedang membersihkan sisa lumpur bekas luapan air yang masuk kerumahnya. “Banjir setinggi lutut orang dewasa datang saat hujan lebat. Ini sama sekali di luar perkiraan warga,” kata Abas.

“Sungai ini sudah pernah dilakukan normalisasi, namun sendimen yang sudah diangkat menggunakan exavator (beko) justru kembali jatuh ke sungai. Semalam merupakan banjir besar yang dipicu ambruknya tebing tersebut,” ujarnya lagi.

Abas bersama warga lainnya berharap agar tebing yang amblas serta pokok bambu tersebut dapat segera diangkat menggunakan alat berat. Jika tidak, maka bisa mengakibatkan banjir luapan secara terus menerus. Apalagi saat ini sedang musim hujan.

“Atas nama masyarakat, kami meminta kepada pemerintah Abdya untuk segera meninjau langsung lokasi sungai Tangan-Tangan yang mulai mengancam pemukiman warga termasuk areal sawah petani yang akan memasuki musim tanam juga ikut terendam,” tuturnya singkat.

Kepala Banda Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, Amiruddin, membenarkan bencana banjir telah menerjang rumah warga di Desa Mesjid, Padang Kawa, Pante Geulumpang, Drien Jaloe dan sebagaian desa lainnya yang berdekatan dengan daerah aliran sungai (DAS) Tangan-Tangan.

Banjir yang diduga akibat aliran sungai tersumbat itu sempat kagetkan warga. Kata Amir, potensi bencana semakin rentan terjadi seiring tingginya intensitas hujan di wilayah Abdya dan sekitarnya. “Untuk itu, kita meminta warga untuk selalu waspada terhadap bencana tersebut,” ungkapnya.

Terkait dengan penyumbatan aliran sungai, Amir berjanji segera turun ke lokasi untuk melihat dampak amblasnya tebing dimaksud.

“Kita ke lokasi, kalau seandainya alat berat yang ada pada kita tidak mampu mengangkat pokok bambu tersebut, maka kita minta bantuan alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (DPUPR),” tandasnya.

Lebih lanjut, Amir menyebutkan, dampak banjir bukan hanya dirasakan pemukiman warga di Kecamatan Tangan-Tangan saja, akan tetapi juga dirasakan sejumlah warga yang berdekatan dengan Sungai Manggeng atau biasa disebut Krueng Manggeng.

“Akibat luapan Krueng Manggeng tersebut, puluhan rumah warga di Kecamatan Lembah Sabil dan Manggeng juga ikut terkena dampak banjir,” demikian sebutnya. (Rizal)

Comments
To Top