Kesehatan

Miliki Data BPJS Ganda, Pasien Di Lembah Sabil Gagal Dapat Rujukan

ACEHTERKINI.COM | Ferizal warga Desa Ujung Tanah, Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) gagal mendapatkan rujukan dari Puskesmas. Pasalnya, Kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang dikantonginya ternyata memiliki data ganda setelah di cek pada sistem pembuatan rujukan tersebut.

Data nomor BPJS yang dimiliki Ferizal setelah di entri ternyata beralamat di Banda Aceh. Padahal, dia akan mengambil rujukan untuk berobat ke Rumah Sakit Tengku Peukan (RSUTP) Abdya dengan keluhan pembengkakan pada mata kanannya.

“Begitu indentitas BPJS Kesehatan saya di entri, tiba-tiba yang tampil identitas warga lain yang berada di Banda Aceh,” ungkap Ferizal kepada wartawan, Kamis (16/11/2017) dikediamannya.

Meskipun begitu, Ferizal terpaksa harus mendatangi kantor BPJS Kesehatan Abdya guna memperbaiki identitasnya itu. Karena saat ini mata sebelah kanan yang dideritanya semakin parah dan butuh perawatan yang intensif.

Sayangnya, Ferizal belum bisa mengurus identitas itu lantaran daftar antri di kantor BPJS terlalu panjang, sehingga petugas BPJS menyarankan datang kembali setelah jam istirahat siang.

Karena kondisi mata yang tidak memungkinkan untuk menunggu, serta jarak tempat tinggalnya yang lumayan jauh dengan kantor dimaksud, dia memutuskan untuk kembali pulang sambil menahan rasa sakit pada indera penglihatannya tersebut.

Melihat kondisi itu, Julinardi anggota DPRK Abdya mengaku prihatin dan angkat bicara terhadap kasus yang lebih mengarah pada ketidaktelitian pihak BPJS dalam membuat identitas pasien.

Menurutnya, kegandaan identitas pemegang kartu BPJS Kesehatan sangat merugikan pasien. Apalagi, pemegang kartu dimaksud sedang menderita sakit yang seharusnya mendapatkan pelayanan kesehatan dengan segera.

“Kita berharap pihak BPJS segera melakukan perbaikan, agar pasien yang akan berobat itu dapat segera tertolong,” singkatnya.

Terkait hal itu, Kepala BPJS Kesehatan Abdya, Yumiarti saat dikonfirmasi wartawan secara terpisah membenarkan adanya kegandaan identitas Ferizal selaku pemegang kartu dimaksud setelah pihaknya melakukan pemeriksaan.

Penyebabnya, terjadi kesamaan pada nomor induk kartu keluarga (KK), sehingga ketika dilakukan akses data secara otomatis timbul data lain.

“Itu tidak jadi masalah, kita telah melakukan perbaikan identitas data dimaksud dan pasien yang bersangkutan bisa kembali melakukan upaya pengobatan ke rumah sakit,” tuturnya singkat. (Rizal)

To Top