Lingkungan

Mega Proyek Ancam Ekosistem Leuser

Dokumentasi Aceh Terkini

ACEHTERKINI.COM | Pembangunan mega proyek oleh perusahaan asing di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) dapat menghancurkan habitat satwa liar yang terancam punah, mengancam hidup ribuan penduduk di Sumatra, dan keseimbangan iklim dunia.

Aktivis lingkungan di Aceh mendesak pemerintah untuk menghentikan proyek pembangunan berskala besar yang dapat menghancurkan ekosistem leuser. Pembangunan tersebut dinilai tidak tepat dan dapat berdampak buruk terhadap keanekaragaman hayati serta menimbulkan risiko berbahaya bagi masyarakat.

Salah seorang aktivis, Rudi Putra menyampaikan mega proyek tersebut akan berdampak dahsyat terhadap kelangsungan hidup masyarakat dan keanekaragaman hayati. Misalnya adalah proyek mega proyek PLTA Tampur Gayo Lues yang berisiko tinggi menenggelamkan 4000 hektar hutan leuser dengan menampung 600 juta ton air dalam waduk.

“Ratusan ribu masyarakat yang tinggal di hilir sungai di Aceh Tamiang akan sangat terancam, risikonya kabupaten itu bisa tersapu hilang dari peta,” ujar Farwiza Farhan ketua Yayasan Hutan Alam Konservasi Aceh (HakA) dalam keterangan tertulisnya bersama Walhi Aceh dan Yayasan Orangutan Sumatera Lestari, Selasa (14/11/2017).

Farwiza berharap agar Gubernur Aceh segera memenuhi janjinya untuk merevisi Qanun Tata Ruang Perda Aceh dan memasukan Fungsi KEL yang sangat penting bagi masyarakat Aceh.

“Kerusakan yang terjadi di kawasan KEL akan semakin luas apabila KEL belum mendapatkan status perlindungan yang kuat dalam peraturan tata ruang daerah,” ujar Farwiza.

Selain PLTA Tampur, pemerintah Aceh juga berencana untuk membangun PLTA dengan kapasitas 180 MW di Kluet, Aceh Selatan.

“Kami memohon kepada Gubernur Aceh untuk memastikan masa depan Aceh tidak dirusak oleh perusahaan asing yang tidak peduli bila hutan milik masyarakat Aceh hancur,” tambah M. Nur, Direktur Walhi Aceh. [Ril]

Comments
To Top