Sosial

MaTA Minta Gubernur Aceh Batalkan Anggota Pansel Tersangka Korupsi

Koordinator LSM MaTA, Alfian

ACEHTERKINI.COM | LSM Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) menemukan adanya tersangka korupsi dalam panitia yang dibentuk Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf dalam menyeleksi Calon Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Pemerintah Aceh.

Dari sembilan orang anggota Pansel tersebut, MaTA menemukan satu orang sudah ditetapkan tersangka oleh tim penyidik Kejati Aceh pada Februari 2017 lalu.

Koordinator MaTA, Alfian mengatakan, penunjukkan salah seorang anggota Pansel yang sudah ditetapkan tersangka oleh Kejati Aceh ini menunjukkan bahwa Tim Pansel belum sepenuhnya bersih dan teruji integritasnya.

“Satu orang dari sembilan anggota Pansel itu masih berstatus sebagai tersangka kasus korupsi pengelolaan dana Migas pada Dinas Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Aceh (DPKKA) Tahun 2010 yang ditetapkan oleh tim penyidik Kejati Aceh pada Februari 2017 lalu,” kata Alfian, Senin 20 November 2017.

MaTA menyarankan agar individu yang terlibat dalam rekrutmen dan seleksi pejabat di lingkungan Pemerintah Aceh harus orang yang memiliki rekam jejak yang baik dan teruji integritasnya. Selain itu juga punya kapasitas dan kapabilitas yang baik, dan bebas dari rekam jejak bermasalah baik secara hukum maupun sosial.

“Kami minta Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf membatalkan salah seorang Tim Pansel yang masih berstatus sebagai tersangka kasus korupsi,” harap Alfian.

Alfian menyebutkan sembilan anggota Pansel tersebut adalah Teuku Setia Budi sebagai Ketua Pansel, Prof. Dr. Jasman J. Ma’aruf sebagai Wakil Ketua Tim Pansel, Sarifuddin SH (mantan Kepala Inspektorat Aceh) sebagai Sekretaris.

Kemudian Prof. Dr. Rahman Lubis, Dr. Qismullah MA, Husni Bahri TOB SH (mantan Sekda Aceh), Marwan Sufi SH, (mantan Asisten I Pemerintah Aceh), Makmur Ibrahim (Kepala Kantor Regional XIII BKN Banda Aceh, dan satu orang dari Badan Kepegawaian Negara (KPN) RI. [Edi]

Comments
To Top