Pendidikan

Mahasiswa Tidak Mampu Tetap Bisa Kuliah

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Muhammad Nasir Melakukan Kunjungan Kerja ke Universitas Teuku Umar Meulaboh, 5 November 2017

Foto | Wawan

ACEHTERKINI.COM | Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir mengatakan, bagi mahasiswa yang tidak mampu tetap bisa menikmati pendidikan di berbagai perguruan tinggi dam universitas melalui penerapan Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Hal tersebut disampaikan Muhammad Nasir saat berkunjung ke Universitas Teuku Umar (UTU) di Meulaboh, Aceh Barat, Aleuhat (05/11/2017).

“Kalau ada perguruan tinggi yang memungut biaya kuliah di atas ketentuan yang berlaku, maka Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) akan dikurangi,” kata Menristekdikti.

BOPTN adalah subsidi yang diberikan pemerintah pada PTN setiap tahun. Pemerintah juga setiap tahun mengevaluasi penetapan Uang Kuliah Tunggal (UKT) atau subsidi biaya kuliah pada setiap mahasiswa.

Kata Muhammad Nasir, UKT merupakan sistem subsidi silang, yaitu jika orang tua mahasiswa berpenghasilan miliaran rupiah per bulan, maka diwajibkan membayar SPP sebesar Rp8 juta per semester.

Tetapi jika orang tua mahasiswa yang berpenghasilan hanya Rp1 juta per bulan, maka diwajibkan membayar SPP Rp100 ribu per semester.

“Kebijakan itu diambil untuk memberikan kemudahan bagi mahasiswa kurang mampu agar dapat menikmati pendidikan lebih murah sesuai dengan kemampuannya, tanpa harus memikirkan pungutan besar ketika kuliah,” kata Muhammad Nasir.

PTN di Aceh harus taat aturan menteri dengan tidak memungut biaya lebih. “Kalau ada yang pungut lebih, kita berikan penalty, BOPTN nya dikurangi,” jelas Menristekdikti. [Wawan]

Comments
To Top