Lingkungan

Diduga Illegal Loging, Irwandi Hentikan Sawmill di Bener Meriah

Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf saat berada di salah satu Sawmill di Kabupaten Bener Meriah, Jumat 24 November 2017

Istimewa

ACEHTERKINI.COM | Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf melakukan Sidak ke sejumlah pabrik pengolahan kayu di Kabupaten Bener Meriah, Jumat (24/11/2017). Dalam kegiatan itu Irwandi memerintahkan instansi terkait menutup pabrik pengolahan kayu (Sawmill) di Desa Rusip, Kecamatan Syiah Utama karena sumber kayunya tidak jelas dan diduga melakukan illegal loging.

“Ini pabrik kayunya berizin, izin gubernur tahun 2016 bisa kita lihat di papan di depan pabrik, tapi sumber kayunya tidak sah, kayu curian ditebang entah dimana mana bukan dari sumbernya,” kata Irwandi Yusuf.

Informasi yang diterima Irwandi dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh bahwa sumber kayu pabrik tersebut berasal dari lahan pribadi pemilik perusahaan.

Justru informasi dari DLHK Aceh itu membuat Irwandi Yusuf terkejut. “Heran saya ada lahan milik pribadi di tengah hutan, adakah orang yang punya hutan,” ujar Irwandi.

Gubernur Aceh menuturkan, pabrik pengolahan kayu di Desa Rusip ini juga banyak permasalahan dalam perizinan di Tahun 2016 lalu. “Katanya ada backing dari oknum-oknum Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), udah banyak masuk laporan ke saya, cuma saya gak punya bukti,” kata Irwandi.

Irwandi meminta Kapolres Bener Meriah, AKBP Fahmi Irwan Ramli yang ikut melakukan Sidak agar memeriksa para saksi guna mengetahui apakah lokasi penebangan dilakukan di area yang diberikan izin atau di luar area tersebut.

“Pabrik ini tidak boleh beroperasi dan harus dihentikan, karena sumber kayunya yang tidak jelas dan illegal. Saya akan tindak perusahaan yang melanggar peraturan dan melakukan illegal loging di Aceh,” tegas Irwandi.

Selain ke Desa Rusip, Irwandi juga melakukan Sidak ke Desa Wer Tingkem, Kecamatan Meusidah untuk melihat lokasi penebangan yang dikelola PT. Tusam Hutani Lestari (THL).

“PT. THL ini dikenal sejak dulu menebang saja tidak menanam, banyak sekali kalau kita lihat lahan bekas mereka gundul semua, artinya tidak ditanami atau ditanami tidak dijaga,” kata Irwandi.

Selain itu lanjut Irwandi, truk yang mengangkut kayu hasil penebangan di wilayah tersebut telah merusak sejumlah ruas jalan karena tonase atau muatan yang berlebihan.

“Nanti akan saya bahas di Banda Aceh, apakah dihentikan atau tidak, jika tidak melanggar bisa dilanjutkan, kalau melanggar akan kita hentikan,” kata Irwandi. [Edi/Ril]

Comments
To Top