Lingkungan

Batu di Kawasan Wisata Lhok Geulumpang Bukan Sarkofagus

Tim Peneliti Balai Arkeologi Sumatera Utara melakukan penelitian adanya dugaan Sarkofagus di Kawasan Wisata Lhok Geulumpang Aceh Jaya, Kamis 9 November 2017

Foto | Arif

ACEHTERKINI.COM | Kepala Balai Arkeologi Sumatera Utara, Dr. Ketut Wiradnyana mengatakan, batu yang sebelumnya diduga Sarkofagus atau peti mayat dari batu adalah bukan Sarkofagus.

Hal tersebut disampaikan setelah dia melakukan penelitian di kawasan wisata Lhok Geulumpang, Kecamatan Setia Bakti, Kabupaten Aceh Jaya, Kamis (9/11/2017).

Baca Berita Terkait : Pemerintah Akan Teliti Temuan Keranda Batu di Aceh Jaya

Dia menjelaskan, dugaan masyarakat Calang dan sekitarnya yang menganggap batu tersebut sebagai Sarkofagus hampir bisa diduga meskipun penelitiannya belum selesai bahwa batu tersebut bukan Sarkofagus.

“Karena fungsi Sarkofagus itu merupakan tempat penyimpanan mayat dan tulang-tulang orang mati dan konsep itu ada di masa pra kolonial,” kata Dr. Ketut.

Oleh sebab itu, tambah dia saat ini kita akan melakukan penggalian apakah ada sisa aktivitas, kalau ada itu kapan dilakukan dan akan kita teliti, dan kalau tidak ada maka kita tidak bisa menduga-duga.

Menurut Ketut pahatan batu segi empat di batu tersebut belum bisa dipastikan karena penelitian masih berjalan. Kalau pada konteks pra kolonial itu masyarakat mempersiapkan pahatan itu untuk menolak bala atau media pemujaan.

“Tapi kita belum bisa pastikan, karena saat ini belum meneliti terlalu jauh, baru dalam konteks verifikasi lubang atau panel tersebut,” kata Ketut. [Arif]

Comments
To Top