Hukum

18 Orang Pelangar Syariat Dicambuk

Kejari Meulaboh Eksekusi Hukuman Cambuk Terhadap 18 Pelanggar Syariat di Nasjid Agung Baitul Makmur, Kabupaten Aceh Barat, Kamis 30 November 2017

Foto | Wawan

ACEHTERKINI.COM | Kejaksaan Negeri Meulaboh mengeksekusi hukuman cambuk terhadap 18 orang pelanggar syariat di Kabupaten Aceh Barat, Kamis (30/11/2017). Eksekusi hukuman cambuk bagi pelaku maisir, khalwat, dan khamar ini berlangsung di Masjid Agung Baitul Makmur.

18 terpidana ini terbukti melanggar Qanun Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat. Kepala Kejaksaan Negeri Meulaboh, Ahmad Sahrudin mengatakan, eksekusi hukuman cambuk ini adalah tahap pertama dari jumlah semua terpidana 39 orang.

“Ada 21 terpidana lagi akan dicambuk pada Bulan Desember 2017 mendatang,” kata Ahmad Sahrudin.

Para terpidana kasus maisir, khalwat, dan khamar ini ditangani kejaksaan pada Tahun 2015 dan Tahun 2016. “Kita sudah memberikan solusi kepada pelanggar sesuai dengan Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014, bahwa mereka sendiri yang minta dihukum cambuk daripada membayar denda, dan kurungan penjara,” kata Kajari Meulaboh.

Masih dikatakan Ahmad Sahrudin, Jumlah cambuk bagi terpidana kasus syariat ini bervariasi mulai dari lima kali sampai 100 kali setelah dipotong masa tahanan.

Sementara itu Wakil Bupati Aceh Barat, Banta Puteh Syam mengatakan, hukuman cambuk ini merupakan bentuk efk jera bagi pelaku dan jadi pembelajaran bagi masyarakat.

“Aceh telah memberlakukan syariat Islam secara kaffah, dan Aceh Barat siap melaksanakan penegakan syariat Islam, dan tak segan-segan mengambil tindakan bagi setiap pelanggarnya,” kata Banta Puteh Syam.

Lebih lanjut Banta Puteh Syam mengatakan, pelanggar syariat yang dihukum cambuk ini akan terus diawasi oleh pejabat Wilayatul Hisbah (WH) atau Polisi Syariat Islam, agar hal serupa tidak terjadi lagi. [Wawan]

Comments
To Top