Sosial

Warga Protes, Aparatur Gampong dan Kepala Dusun Dapat Rumah

Rumah Bantuan Baitul Mal di Desa Tuwi Kayee, Kecamatan Panga, Kabupaten Aceh Jaya

Foto | Arif

ACEHTERKINI.COM | Warga Desa Tuwi Kayee, Kecamatan Panga, Kabupaten Aceh Jaya menyayangkan adanya aparatur gampong dan kepala dusun mendapatkan rumah dari bantuan infaq Baitul Mal Aceh Jaya. Menurut warga setempat kedua oknum tersebut dinilai adalah orang mampu.

“Mereka orang mampu, masih ada yang lebih berhak menerima bantuan dari Baitul Mal, bahkan ada rumah warga yang sudah beberapa kali didatangi pemerintah untuk ambil foto sampai sekarang tidak mendapatkan rumah,” kata salah seorang warga setempat yang ingin namanya tidak disebut oleh acehterkini, Rabu (11/10/2017).

“Kami masyarakat sangat menyayangkan atas bantuan rumah yang tidak tepat sasaran, seharusnya bantuan itu diberikan kepada yang berhak, oknum aparatur desa itu tergolong muda dan masih mampu untuk mencari rezeki,” ujar warga tersebut.

Menelusuri kekecewaan dari warga tersebut, Kepala Desa Tuwi Kayee, Kecamatan Panga, Faidi Zakaria saat dihubungi acehterkini membenarkan ada warganya yang mendapatkan rumah dari Baitul Mal tahun 2017.

“Mereka mengajukan permohonan atas nama istri-istri mereka, memang ada jabatan suaminya sebagai kepala dusun dan satunya lagi menjabat sebagai kepala urusan pemerintahan di desa, kita naikkan atas nama istri mereka bukan atas nama yang bersangkutan,” kata Faidin.

Menurut Faidin mereka berdua memang layak mendapatkan rumah karena mereka bukan orang yang mampu dan keduanya tidak ada tempat tinggal.

Camat Panga, Jauhari mengaku terkejut mendengar informasi tersebut. Ditanya acehterkini, Jauhari tidak mengetahui adanya oknum aparatur yang mendapatkan bantuan rumah tersebut. “Belum ada laporan ke kecamatan,” tuturnya singkat.

Sementara itu pihak Baitul Mal Aceh Jaya, Aidi Satria saat ditemui acehterkini menjelaskan bahwa Baitul Mal hanya memberikan bantuan berdasarkan permohonan yang masuk ke kantor.

“Setelah kita lakukan verifikasi ke kapangan dan mengecek kebenaran serta menemui langsung dengan kepala desa dan masyarakat, tidak ada yang menyampaikan keberatan,” kata Aidi.

“Baru kali ini kami tahu bahwa mereka adalah aparatur gampong, kami akan konsultasi lagi dengan pimpinan meskipun rumah bantuan untuk mereka sudah hampir siap,” kata Aidi Satria. [Arif]

Comments
To Top