Ekonomi

Proyek Bendungan Tidak Selesai, Rekanan Tetap Dibayar 69 Persen

Proyek Bendungan DAS Krueng Batee, Abdya

Foto | Rizal

ACEHTERKINI.COM | Proyek pembangunan Dam (bendungan air) di Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Batee, Desa Rumah Panjang, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) ternyata baru selesai 69 persen dari target yang telah ditentukan oleh Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) selaku instansi yang membawahi proyek tersebut.

Hal itu dibenarkan Mahyudin selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada proyek dimaksud. Katanya, proyek dengan besar anggaran Rp.250 juta lebih itu dikerjakan oleh CV. Putroe Aloh bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2016.

Realisasi fisik yang dikerjakan oleh rekanan di lapangan baru mencapai 69 persen dari sejumlah item pekerjaan. Namun, rekanan tidak lagi melanjutkan pekerjaan, karena sempat dihantam derasnya air sungai, ditambah lagi anggaran yang tidak tersedia untuk penyelesaian proyek tersebut.

“Untuk pekerjaan 69 persen itu, baru tahun ini dapat kita bayar, harusnya tahun 2016 sudah terbayar. Karena terjadi pemangkasan anggaran oleh pemerintah pusat termasuk untuk kegiatan lain yang bersumber dari DAK tahun 2016, maka pembayarannya dilakukan tahun ini,” ungkap Mahyudin kepada wartawan, Jum’at (13/10/2017).

Sementara itu, Irwandi selaku Direktur CV. Putroe Aloh kepada wartawan membenarkan kalau proyek itu tidak selesai dikerjakan. Katanya, pekerjaan yang dilakukan di lokasi itu tidak mencapai target batas akhir kegiatan yang tertera dalam kontrak ditambah lagi kondisi cuaca pada saat melakukan pekerjaan tidak mendukung.

“Kalau apa saja itemnya saya tidak ingat. Sewaktu pekerjaan berlangsung proyek tersebut sempat dihantam arus air dan merusak konstruksi bangunan yang sedang dikerjakan. Ditambah lagi anggaran yang sudah dipangkas, sehingga kami terpaksa harus menghentikan pekerjaan,” singkatnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, proyek Dam air di Desa Rumah Panjang, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Abdya membuat sejumlah petani kecewa. Pasalnya, pembangunan Dam yang sangat dibutuhkan petani setempat itu justru harus berakhir dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. (Rizal)

Comments
To Top