Layanan Publik

Petani Kecewa, Proyek Dam Air di Abdya Terbengkalai

Proyek Pembangunan DAM di DAS Krueng Batee, Desa Rumah Panjang, Kecamatan Kuala Batee, Abdya terbengkalai

Foto | Rizal

ACEHTERKINI.COM | Proyek pembangunan Dam (bendungan air) di daerah aliran sungai (DAS) Krueng Batee, Desa Rumah Panjang, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) membuat petani setempat kecewa.

Pasalnya, proyek yang dibangun tahun 2016 lalu dibawah kendali Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Abdya terbengkalai tidak diselesaikan oleh rekanan.

M Dun, salah satu petani di wilayah setempat kepada wartawan Kamis (12/10/2017) mengatakan, proyek Dam Air itu merupakan permintaan petani untuk membendung air agar mengalir ke areal persawahan di kawasan Desa Rumah Panjang dan Mate Ie, Kecamatan Kuala Batee. Melalui dinas terkait, permohonan tersebut terkabulkan untuk dikerjakan pada tahun 2016

Begitu dikerjakan, proyek tersebut tidak selesai dan ditinggalkan oleh rekanan begitu saja. Sehingga hanya menyisakan tanggul pengaman tebing di sisi kiri dan kanan sungai, sementara untuk Dam penahan air itu tidak selesai dikerjakan.

“Saat ini, proyek Dam tersebut hanya tersisa onggokan beberapa batang besi saja yang sudah tertimbun dengan kerikil. Termasuk beberapa kontruksi awal sudah patah diterjang arus air,” ungkap Bang Dun, demikian sapaan akrabnya.

Akibat tidak selesainya proyek tersebut, para petani setempat terpaksa harus membuat tanggul penahan air secara darurat dari tumpukan karung berisi pasir. Pembuatan tumpukan karung dilakukan secara bergotong royong dengan seluruh petani. Itu juga tidak bertahan lama kerana derasnya arus air.

Air sungai itu merupakan sumber utama untuk proses pengairan kedalam sawah petani di wilayah ini. Ditambah lagi saat ini petani Abdya sedang dihadapi dengan proses penggarapan lahan musim rendengan tahun 2017.

“Bisa-bisa penggerapan tidak optimal kalau air tidak mengaliri sawah, sementara Dam yang sudah dibangun tidak selesai dan terbengkalai begitu saja. Sedangkan, instansi terkait belum memberikan sinyal untuk pembangunan Dam itu kembali,” demikian ujarnya.

Sementara itu, Kadistanpan Abdya, Ir Muslim yang dihubungi wartawan secara terpisah membenarkan kalau proyek pengerjaan Dam itu tidak selesai dikerjakan oleh rekanan. Namun, pihaknya tidak bisa melakukan pembayaran terhadap paket tersebut, karena belum diserahterimakan oleh rekanan.

“Karena tidak selesai, jadi tidak dilakukan pembayaran. bahkan pengerjaan lanjutan juga tidak bisa dilakukan akibat ketersediaan anggaran,” ungkapnya.

Terkait persoalan kebutuhan air bagi petani setempat, Distanpan akan melakukan perbaikan secara darurat dengan Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK). Meskipun tidak optimal, paling tidak aliran air untuk mendukung proses penggarapan lahan dapat terpenuhi.

Kalau tidak salah ada tiga Dam yang tidak selesai di lokasi yang berbeda dan saat ini sedang proses audit oleh Inspektorat. “Siapa rekanan dan berapa anggarannya saya tidak ingat, sebab saya sedang di Banda Aceh dan tidak memegang dokumennya,” tutur Muslim. (Rizal)

Comments
To Top