Hukum

Pertanyakan Kasus Pukul Supir, YARA akan Lapor ke Mabes Polri

Ketua YARA Abdya, Miswar SH

Foto | Rizal

ACEHTERKINI.COM | Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Aceh Barat Daya (Abdya) mempertanyakan tindak lanjut kasus pemukulan yang dilakukan oleh Oknum Polisi di jajaran Polres Abdya terhadap Sopir Angkutan Umum (Labi-Labi) yang beroperasi di wilayah Blangpidie.

Ketua YARA Perwakilan Abdya, Miswar SH, Minggu (22/10/2017) mengatakan, kasus pemukulan itu sudah berjalan kurang lebih enam bulan sejak pihaknya membuat laporan ke Satuan Reskrim Polres Abdya.

Tapi hingga sekarang pelaku tidak pernah ditahan sama sekali, bahkan oknum polisi tersebut mendapat jabatan pada salah satu Polisi Sektor (Polsek) di jajaran Polres setempat.

“Harusnya oknum polisi tersebut ditahan, bukan malah diberi jabatan. Sehingga, kami menduga Polres Abdya kurang serius memberikan penanganan dalam kasus itu,” ungkap Miswar kepada acehterkini.

Menurutnya, berdasarkan Peraturan Kepala Kepolisian RI Nomor 12 Tahun 2009 tentang Pengawasan dan Pengendalian Penanganan Perkara Pidana di Lingkungan Kepolisisan Negara Republik Indonesia. Pasal 31 menyebutkan, batas waktu penyelesaian perkara dihitung sejak diterimanya Surat Perintah Penyidikan meliputi, selama 120 hari untuk penyidikan perkara sangat sulit, kemudian 90 hari untuk penyidikan perkara sulit, dan selama 60 hari untuk penyidikan perkara sedang, serta selama 30 hari untuk penyidikan perkara mudah.

Dengan tidak ditahannya pelaku pemukulan itu dan diperkuat lagi dengan pemberian jabatan terhadap pelaku, YARA menduga Polres Abdya tidak serius menangani oknum anggotanya yang terlibat dalam kasus Pidana Umum. “Maka kami (YARA) meminta Kapolda Aceh untuk mengambil alih kasus ini,” tuturnya.

Bergerak sebagai kuasa hukum korban (Muhazli), YARA memberi waktu tujuh hari atau satu Minggu. Kalau dalam rentan waktu itu, kasus ini tidak dilimpahkan ke pengadilan, YARA akan mengambil langkah untuk menyurati Polda Aceh guna melaporkan bahwa Penyidik Reskrim Polres Abdya.

“Selain menyurati Polda, kami juga akan menyurati Mabes Polri atas jabatan oknum tersebut pada salah satu Polsek di Abdya,” sebut Miswar dengan tegas.

Dengan berlarut-larutnya kasus ini, YARA menduga pihak Polres Abdya memang tidak mampu menyelesaikan kasus-kasus yang berhubungan dengan personilnya sendiri.

“Kami meminta Kapolres Abdya lebih bijak memandang kasus ini, jangan pandang bulu dalam penegakan hukum,” demikian mintanya.

Secara terpisah, Kapolres Abdya, AKBP Andy Hermawan SIK MSc, melalui Kasat Reskrim Iptu Zulfitriadi SH mengatakan, kalau kasus tersebut sudah lengkap (P21). Untuk selanjutnya, akan masuk dalam tahap II (dua) yakni penyerahan berkas kepada Jaksa.

Mengenai posisi jabatan yang diemban pelaku, Zulfitriadi menjelaskan, kalau yang bersangkutan belum memiliki kekutan hukum tetap dari pengadilan termasuk hasil putusan sidang disiplin terhadap pelaku.

“Karena putusan itu belum ada, untuk sementara oknum dimaksud masih bertugas seperti biasa sampai ada putusan selanjutnya,” demikian singkatnya. (Rizal)

To Top