Hukum

Pertanggungjawaban Dana Desa, Palsukan Tanda Tangan, Warga Lapor Polisi

Warga Desa Cot Manee, Abdya Menyampaikan Laporan ke Polisi terkait pemalsuan tanda tangan dalam pertanggungjawaban dana desa, Jumat 20 Oktober 2017

Foto | Rizal

ACEHTERKINI.COM | Sejumlah warga yang mengaku sebagai mantan Tuha Peut, Tuha Lapan, Ketua Pemuda hingga pengurus masjid di Desa Cot Manee, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) melayangkan laporan atas dugaan pemalsuan tanda tangan pada dokumen laporan pertanggungjawaban dana desa, RKPG tahun 2016 dan 2017.

Mantan Ketua Tuha Peut Desa Cot Manee, Nyak Abbas kepada sejumlah wartawan, Jumat (20/10/2017) mengatakan, dugaan pemalsuan tanda tangan tersebut jelas-jelas merugikan masyarakat setempat dan semua anggota lembaga Badan Permusyawaratan Gampong (BPG).

“Kami meminta polisi segera mengusut kasus pemalsuan tanda tangan dalam laporan pertanggung jawaban RKPG tahun 2016 dan 2017,” ungkapnya didampingi anggota Tuha Peut, Tuha Lapan, pengurus masjid, ketua pemuda dan sejumlah masyarakat lainya di Desa Cot Manee.

Sebelum berujung ke Polisi, pihaknya telah melaporkan persoalan itu ke pihak Pemkab Abdya yang ditangani langsung oleh Asisten Pemerintahan Setdakab setempat, namun belum ada penyelesaian.

Efek dari persoalan itu, lanjut Nyak Abbas, telah membuat kegiatan sosial kemasyarakatan hingga keagamaan lumpuh, sebab seluruh perangkat yang sebelumnya mengemban tanggung jawab itu secara berjamaah telah mengundurkan diri.

Nyak Abbas mengaku kalau Plt Asisten Pemerintahan Setdakab Musawir talah turun ke desa dimaksud. Namun, masih sebatas pernyataan dalam berita acara yang dibuat pada Aleuhat (8/10/2017) lalu.

Berita acara itu atas dasar kesekapatan bersama yang intinya desa setempat diminta membentuk kembali lembaga Tuha Peut dan mengajukan bakal calon Pj Kepala Desa berdasarkan surat pengunduran diri kepala desa dan sekretaris desa yang bermasalah.

“Pak Musawir pada saat itu berjanji di hadapan ratusan masyarakat Cot Manee tepatnya di Masjid Annaja untuk menindaklanjuti permasalahan dimaksud secepat mungkin agar tidak berlarut dan roda pemerintahan dalam desa akan berjalan normal kembali,” sebutnya.

Sayangnya belum juga mampu terselesaikan dan makin terus berlanjut, bahkan pihak Pemkab Abdya terkesan mengulur-ngulur waktu. Sementara, masyarakat Desa Cot Manee menanti kepastian penyelesaian kasus itu, tentunya dengan lahirnya pejabat kepala desa, sekretaris hingga lembaga desa yang baru.

“Persoalan ini sudah kita laporkan ke polisi, biarlah polisi yang akan menindaklanjuti gejolak di Desa Cot Manee,” ujar Nyak Abbas.

Secara terpisah, Kapolres Abdya, AKBP Andy Hermawan SIK MSc melalui Kasat Reskrim, Iptu Zulfitriadi SH kepada awak media membenarkan tentang laporan itu. pihaknya telah menerima laporan masyarakat terkait persoalan pemalsuan tanda tangan di Desa Cot Manee.

“Laporannya secara resmi telah kami terima dan sekarang sedang dalam proses penyelidikan. Jadi perlu bersabar dulu agar persoalan ini bisa segera terselesaikan,” singkatnya.

Disisi lain, saat dihubungi wartawan, Plt Asisten Pemerintahan Setdakab Abdya, Musawir belum bisa memberikan keterangan tentang persoalan yang terjadi di Desa Cot Manee, sebab yang bersangkutan sedang mengikuti rapat. “Maaf ya saya sedang rapat,” singkatnya melalui saluran seluler. (RiZal)

To Top