Hukum

Pemerintah Turun Tangan Atasi Persoalan Batas Desa di Kecamatan Setia

Pemerintah Aceh Barat Daya Menggelar Rapat Membahas Penyelesaian Tapal Batas Desa di Kecamatan Setia, Selasa 31 Oktober 2017

Foto | Rizal

ACEHTERKINI.COM | Sejumlah aparatur desa di Kecamatan Setia, Kabupaten Aceh Barat Daya dipanggil menghadap Plt. Asisten Pemerintahan Setdakab Aceh Barat Daya (Abdya) menghadiri rapat penetapan dan penegasan batas desa dalam kecamatan tersebut, Selasa (31/10/2017).

Rapat ini digelar karena sering terjadinya perselisihan pendapat terkait tapal batas desa di Kecamatan Setia.

Rapat dipimpin Plt Asisten Pemerintahan, Musawir A.Sos yang dihadiri Camat Setia Ariswadi, Kapolsek Tangan-Tangan Ipda Ali Kosasih, Mukim Setia Ishak Huri, para kepala desa, tokoh masyarakat, dan perwakilan dari Koramil setempat.

Musawir mengatakan, ada dua jenis tapal batas yang harus diperhatikan, yakni batas yang didasari dengan alam seperti sungai, danau dan lainnya. Kemudian batas karena adanya pembuatan jalan dan irigasi.

“Terpenting mengenai tapal batas itu harus sesuai dengan kesepakatan bersama antara pihak-pihak yang terkait,” ujarnya.

Jika ada sengketa tapal batas yang belum mampu diselesaikan Muspika, maka Pemkab Abdya berkewajiban untuk mengambil alih agar agar permasalahannya cepat diselesaikan.

Musawir memastikan segera turun langsung ke Kecamatan Setia untuk mengecek kepastian tapal batas desa yang telah dipatok oleh masing-masing desa.

“Setelah rapat ini nanti, kita akan segera turun ke lapangan untuk memastikan tapal batas desa di Kecamatan Setia yang selama ini sering terjadi perselisihan,” tuturnya.

Efek dari salahnya penetapan tapal batas ini, akan berakibat pada dasar kepemilikan tanah, termasuk persoalan adat dan hal lain yang menyangkut dengan desa. “Maka dari itu, persoalan ini perlu kita luruskan agar tidak menimbulkan gejolak antar warga,” ujarnya.

Hal lain akibat pergeseran tapal batas juga akan menimbulkan masalah pada data kependudukan warga desa tersebut. Umpanya, warga yang seharusnya berada di desa B dengan sendirinya sudah berdomisili di desa A.

“Untuk itu, kami harapkan kepada Muspika Setia agar menyiapkan segalanya baik data maupun hal-hal yang diperlukan karena yang lebih tahu itu Muspika setempat,” tutur Musawir.

Selanjutnya, sambung Musawir, masing-masing desa menyiapkan lima orang yang masuk dalam tim penetapan tapal batas antar desa di Kecamatan Setia.

“Syaratnya, bagi lima orang yang ditunjuk itu, harus mengerti dan paham betul tentang batas-batas desanya masing-masing,” demikian singkatnya. (Rizal)

Comments
To Top