Hukum

Miliki Sabu, Tiga Warga Manggeng Diciduk Polisi

Tiga warga asal Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya Ditangkap Polisi karena memiliki narkoba jenis sabu, Senin 9 Oktober 2017

Foto | Rizal

ACEHTERKINI.COM | Satuan Reserse Narkoba, Polres Aceh Barat Daya (Abdya), Senin (9/10/2017) sekira pukul 16.30 WIB berhasil mengamankan 2,34 gram paket Sabu di pinggir jalan Nasional, Desa Cot Mane, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Abdya.

Terkait kepemilikan barang haram tersebut, polisi menciduk tiga pelaku masing-masing berinisial SWS (35) warga Dusun Makmur, Desa Paya, Kecamatan Manggeng. CU (25) warga Desa Kedai, Kecamatan Manggeng dan Sa (35) warga Desa Padang, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Abdya di lokasi kejadian.

“Dalam kasus ini, kita berhasil menangkap tiga orang pelaku yang sama-sama berasal dari Kecamatan Manggeng. Mereka terlibat atas kepemilikan sabu tersebut,” kata Kapolres Abdya AKBP Andy Hermawan SIK MSc melalui Kasat Narkoba, Ipda Mahdian Siregar, Selasa (10/10/2017).

Selain mengamankan barang bukti sabu seberat 2,34 gram (bruto), polisi juga menahan tiga unit HP milik pelaku beserta kendaraan yang ditumpangi pelaku. Saat itu, ketiga pelaku akan melakukan transaksi jual beli narkotika jenis sabu. Namun, aksi pelaku mampu digagalkan tim Sat Narkoba di pinggir jalan Nasional, Desa Cot Mane, Kecamatan Jeumpa ketika akan menuju ke wilayah Blangpidie.

“Begitu mendapat informasi dari masyarakat, kita langsung cegat ketiga pelaku di pinggir jalan Desa Cot Mane, Kecamatan Jeumpa. Dimana, barang-barang bukti tersebut langsung kita dapatkan dari tangan pelaku,” ungkap Kasat Narkoba Mahdian kepada acehterkini sembari memperlihatkan ketiga tersangka dan barang bukti.

Untuk saat ini, ketiga pelaku masih mendekam ditahanan Mapolres Abdya untuk pemeriksaan lebih lanjut. “Kita masih meminta keterangan lebih lanjut dari pelaku, termasuk asal muasal keberadaan sabu itu hingga jatuh ke tangan mereka,” tutur Mahdian.

Disamping itu, tambah Mahdian, ketiga pelaku juga akan dites urine. Pasalnya, selain memperjual belikan sabu, kadang kala mereka juga sebagai pengguna narkoba itu sendiri. “Kita akan tes urine ketiga pelaku, jangan-jangan mereka juga pemakai sabu atau jenis narkoba lainnya,” tambah Mahdian.

Disisi lain, Mahdian juga menyatakan, kalau salah satu pelaku dengan inisial SWS (35) warga Desa Paya, Kecamatan Manggeng merupakan seorang residivis yang pernah terlibat dengan kasus pembobolan ATM di Abdya juga termasuk sejumlah wilayah lainnya.

“Kita mendapat informasi, kalau salah satu pelaku dengan inisial SWS pernah menjadi tahanan karena terlibat pembobolan ATM di Abdya,” sebutnya.

Dalam kasus ini, ketiga pelaku akan dituntut dengan pasal 111 dan 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancamannya 4 sampai 12 tahun penjara, ditambah denda Rp.800 juta sampai Rp.8 miliar.

“Untuk kasus narkoba kita tidak pandang bulu, siapapun dia tetap akan kita tindak sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,” demikian Mahdian. (Rizal)

To Top