Hukum

Mahasiswa Aceh Menangkan Sengketa Asrama Ponco di Yogjakarta

ACEHTERKINI.COM | Sengketa kepemilikan Asrama Mahasiswa Aceh “Meuligoe Sultan Iskandar Muda” atau yang populer dengan sebutan Asrama Ponco di Yogjakarta menuai hasil yang menggembirakan. Pasalnya Pengadilan Tinggi Yogjakarta mengabulkan permohonan banding 30 mahasiswa Aceh.

Putusan banding ini disampaikan 12 September 2017 oleh Hakim Ketua, Sularso, SH. M.H. Dilansir dari laman Pengadilan Tinggi Yogjakarta, Rabu (04/10/2017), Mejelis Hakim membatalkan putusan Pengadilan Negeri Yogjakarta, tanggal 13 April 2017, nomor 119/Pdt.G/2016/PN Yyk.

Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Yogjakarta menilai terbanding dalam hal ini Sutan Surya Jaya yang sebelumnya sebagai penggugat bukan pemilik yang sah tanah dan bangunan objek sengketa yaitu Asrama Ponco, karena belum terjadi perpindahan hak menurut hukum dari penjual yaitu Innawati Yusup kepada pembeli yaitu Sutan Surya Jaya.

Hakim menyatakan bahwa Sutan Surya Jaya hanya mempunyai surat berupa akta pengikatan jual beli nomor 4 tanggal 1 Oktober 2013.

Majelis Hakim masing-masing Sularso SH, M.H sebagai Ketua dan Muhammad Ruslan Hadi, SH., MH dan Joko Siswanto, SH., MH sebagai anggota menyatakan keberatan yang disampaikan 30 mahasiswa Aceh cukup beralasan dan dapat dibenarkan. Sehingga hakim menguatkan permohonan banding tersebut.

Salah seorang pengacara yang mendampingi 30 mahasiswa Aceh di Yogjakarta, Zulfitri Adli SH mengatakan, sejak awal bergulirnya kasus ini sudah kami dapati hal-hal yang tidak beres, kemudian PN Yogjakarta mengabulkan gugatan Sutan Surya Jaya.

“Itulah sebabnya sejak putusan PN itu, kamis sudah sangat yakin melakukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi Yogjakarta,” kata Zulfitri Adli melalui keterangannya.

“Kami menyambut baik putusan Pengadilan Tinggi (PT) Yogjakarta tersebut karena sesuai dengan fakta hukum yang terungkap dalam persidangan,” kata Zulfitri Adli, didampingi kuasa hukumnya yang lain Sufriadi dan Bahruddin.

“Sengketa ini masih memungkinkan untuk berlanjut, apakah melalui upaya hukum kasasi, maupun upaya hukum lain seperti mengulang pengajuan gugatan ke PN. Begitupun, kita tetap siap dengan segala kemungkinan jika penggugat atau terbanding menempuh upaya-upaya (hukum) itu,” kata dia.

Tim pengacara menilai Asrama Ponco memiliki sejarah panjang yang tidak terlepas dari keberadaan mahasiswa Aceh di Yogyakarta dan tentu saja Pemda Aceh sendiri.

“Oleh karena itu, Pemerintah Aceh, mahasiswa dan masyarakat Aceh yang ada di Yogyakarta perlu berkoordinasi. Ini penting, bukan saja sebagai langkah ansipatif terhadap upaya hukum lainnya yang mungkin ditempuh penggugat/terbanding, tapi juga sebagai bentuk tanggungjawab Pemda,” kata Sufriadi.

To Top