Hukum

Ketua DPRK Minta Masalah Tanda Tangan Palsu Dituntaskan

Ketua DPRK Abdya, Zaman Akli

ACEHTERKINI.COM | Ketua DPRK Aceh Barat Daya (Abdya), Zaman Akli meminta pemerintah segera menyelesaikan segelintir persoalan internal di Desa Cot Manee, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Aceh Barat Daya.

Kepada acehterkini, Kamis (26/10/2017), Akli menjelaskan Pemkab Abdya harus memfasilitasi penyelesaian masalah internal di Desa Cot Manee. “Persoalan itu tidak bisa dibiarkan berlarut-larut, yang rugi masyarakat kita juga,” kata Akli.

Sebelumnya Pemkab Abdya melalui Plt. Asisten Pemerintahan Setdakab, Musawir telah menggelar rapat di masjid desa setempat guna mencari penyelesaian. Namun kesepakatan bersama yang dihasilkan itu ternyata masih belum membuat rutinitas desa itu berjalan sebagaimana mestinya.

“Sejauh informasi yang kami terima, hasil rapat tersebut belum memberikan rasa aman di Desa Cot Manee,” ujar Ketua DPRK Abdya, Zaman Akli.

Akli berharap, Pemkab Abdya harus cepat menanggapi setiap persoalan yang terjadi dalam desa bukan Cot Manee saja namun juga desa-desa lainnya di Abdya.

“Persoalan dugaan pemalsuan tanda tangan oleh oknum kepala desa itu ranahnya pihak berwajib. Kalau untuk urusan keamanan dalam desa demi kemaslahatan masyarakat maka perlu segera ditangani oleh Pemkab Abdya,” ujarnya singkat.

Mengenai hal itu, Plt Asisten Pemerintahan Musawir secara terpisah mengatakan, persoalan Desa Cot Manee dipicu atas keinginan masyarakat agar kepala desa yang diduga melakukan pemalsuan tanda tangan, agar dicopot dari jabatannya dan diganti dengan pejabat baru.

Keinginan masyarakat itu, sebut Musawir, tidak bisa dipenuhi, lantaran belum ada putusan yang tetap atas persoalan hukum tindakan oknum kepala desa dimaksud.

“Hingga saat ini masih dalam penyidik Polres Abdya, kita tunggu saja bagaimana hasilnya. Dalam menanggapi persoalan ini kita tidak bisa gegabah begitu saja, harus didasari dengan aturan yang berlaku,” ungkapnya.

Dilansir dari berita sebelumnya, rutinitas yang ditangani aparat hukum keagamaan, Tuha Peut, serta lembaga lainnya dalam Desa Cot Manee, sama sekali tidak berjalan normal, karena aparat yang menangani masalah itu, ramai-ramai mengundurkan diri dari jabatannya.

Pemicu hal itu adanya dugaan pemalsuan tanda tangan yang dilakukan oleh oknum kepala desa setempat pada dokumen laporan pertanggungjawaban dana desa, rencana kegiatan pembangunan gampong (RKPG) tahun 2016 dan 2017.

Berbuntut dari persoalan itu, sejumlah masyarakat yang merasa dipalsukan tanda tangan meminta Pemkab Abdya untuk mencopot oknum Kepala Desa dimaksud. Tuntutan itu, dibarengi aksi mereka dengan mengundurkan diri dari jabatannya secara beramai-ramai, termasuk melaporkan persoalan itu ke Polisi. (Rizal)

To Top