Layanan Publik

Ini Capaian T. Irfan TB selama 78 Hari Menjadi Bupati Aceh Jaya

Bupati Aceh Jaya, Drs. T. Irfan TB

Foto | Arif

ACEHTERKINI.COM | Sejak dilantik 18 Juli 2017 lalu, Drs. T Irfan TB dan Tgk. Yusri telah berhasil meraih sejumlah penghargaan dan sukses menjalankan program pro rakyat selama 78 hari memimpin Kabupaten Aceh Jaya.

Kepada acehterkini, Rabu (04/10/2017), T. Irfan menyampaikan ada empat penghargaan yang diterima Kabupaten Aceh Jaya pasca pelantikan, yaitu Apresiasi dari Tim Nasional Penanggulangan Kemiskinan dan Bappenas tentang Pelayanan Orang Tua Lanjut Usia (Aslureti) yang pertama di Indonesia.

Kemudian Aceh Jaya kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Aceh tahun anggaran 2016. Opini WTP ini tiga kali berturut-turut diraih Aceh Jaya sejak 2014.

Penghargaan lain kata T. Irfan TB adalah terpilihnya Aceh Jaya sebagai kabupaten yang tangguh dalam pengelolaan resiko terpadu berbasis masyarakat. Penghargaan ini diserahkan PMI Pusat di Bogor pada 17 September 2017.

Di sektor pendidikan tingkat provinsi juga Aceh Jaya berhasil mempertahankan juara umum pada peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) ke-58 tahun 2017. Penghargaan ini diserahkan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, Sabtu 31 September 2017.

Katagori bidang pendidikan yang berhasil diperoleh Aceh Jaya, yaitu peringkat I kebijakan inovatif pendidikan, peringkat I tingkat pengelolaan manajemen Sumber Daya Manusia yang meliputi distribusi dan pengembangan mutu guru.

Kemudian peringkat III capaian target Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan peringkat III terhadap komitmen mutu pendidikan.

“Semua penghargaan yang diraih ini adalah atas dukungan dari masyarakat dalam memberikan kontribusinya membangun Aceh Jaya,” tutur T. Irfan.

Selain penghargaan yang telah dicapai Aceh Jaya, T. Irfan menambahkan ada sejumlah program-program pro rakyat yang sudah dijalankan oleh Pemerintah Aceh Jaya pasca pelantikan.

Program tersebut adalah bantuan transportasi berupa kenderaan dinas untuk petugas kesehatan dalam melayani pelayanan langsung ke rumah-rumah warga atau Saweu Ureueng Saket (SUS) (Red- lihat orang sakit). Pemerintah memberikan bantuan berupa kenderaan roda dua dan ambulance kepada 12 puskesmas.

Kemudian kegiatan pembongkaran rumah-rumah dina sudah tidak layak huni yang dibangun masa rehab rekon Aceh Jaya pasca tsunami 2004 silam. Rumah-rumah dinas ini berada di Gampong Sentosa, Kota Calang.

“Kegiatan rehab rumah dhuafa juga sudah dilakukan, ini bidang pemberdayaan masyarakat miskin,” kata Drs. T. Irfan TB.

Untuk mewujudkan Gerakan Pembangunan Rakyat Aceh Jaya Sejati (Gerbang Raja Sejati), Bupati dan Wakil Bupati Aceh Jaya sudah membentuk Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) yang bertugas untuk membantu pemerintah mengawal pelaksanaan roda pemerintahan, pembangunan dan sosial kemasyarakatan.

Selain APIP, pemerintah juga menggandeng Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) dari Kejaksaan Negeri Calang.

Soal investor, kata T. Irfan masih dalam penyeleksian pemerintah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Sungai Krueng Teunom. “Ada beberapa investor baik dalam maupun luar negeri yang tertarik membangun PLTA di Krueng Teunom, seperti investor asal Korea dan Hongkong,” demikian Bupati Aceh Jaya, Drs. T. Irfan TB. [Arif]

To Top