Ekonomi

Belajar dari Jawa Tengah, Kepala Desa di Abdya Tanam Bawang

Zul Ilfan (kiri) saat meninjau lokasi pengembangan budidaya bawang merah di Desa Lhung Asan, Kecamatan Blangpidie, Abdya, Senin (23/10/2017)

Foto | Rizal

ACEHTERKINI.COM | Para kepala desa di Abdya yang mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) di Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah mulai mengembangkan tanaman bawang merah dengan menggunakan mulsa plastik.

“Mulsa plastik merupakan lembaran plastik khusus yang digunakan untuk menutupi lahan tanaman budidaya seperti bawang dan tanaman lainnya. Kelompok kepala desa ini mempelajarinya setelah mendapat contoh dari Bimtek ke Borobudur,” kata Pembina kelompok petani bawang Abdya, Zul Ilfan kepada wartawan, Senin (23/10/2017).

Berbekal ilmu yang diperoleh dari Jawa Tengah itu, para kepala desa yang digagas oleh Kepala Desa Lhueng Asan, Kecamatan Blangpidie membuka lahan seluas setengah hektar dan melakukan penggarapan lahan hingga penanaman bibit bawang lokal.

Metode yang diterapkan sedikit berbeda dengan menanam bawang pada umumnya, mereka menerapkan pemasangan mulsa plastik untuk menutupi bedengan. Sangat banyak kelebihan dalam metode dimaksud.

Mulsa plastik dapat menghambat pertumbuhan gulma, menjaga kelembaban tanah, menjaga struktur tanah, mencegah erosi permukaan tanah, serta meminimalisir hama dan penyakit tanaman.

Mulsa plastik memiliki dua sisi yang berbeda warna yakni hitam dan perak. Warna hitam dipasang dengan posisi ke bawah dan warna perak menghadap ke atas. Warna perak berfungsi untuk memantulkan sinar matahari ke tanaman dengan tujuan mengurangi serangan hama.

“Kita mencoba setengah hektar dulu di Desa Lhueng Asan, umur tanaman sudah mencapai 2 bulan pascatanam. Kondisinya sangat subur, diperkirakan satu bulan ke depan akan memasuki masa panen,” ungkap Zul Irfan yang juga anggota DPRK Abdya.

Selain pemasangan mulsa plastik, kelompok tani itu juga memasang kincir air otomatis yang berfungsi untuk menyiram seluruh tanaman. Sehingga hanya dalam waktu yang relatif singkat, semua tanaman dapat tersirami.

Metode penanaman bawang seperti ini akan diterapkan ke seluruh desa yang ada di Abdya dengan harapan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk bertani bawang tentunya dengan sistem yang lebih modern.

“Selama ini, petani bawang kita masih menggunakan cara-cara manual serta banyak menghabiskan tenaga termasuk biaya serta sulit untuk dikembangkan,” tuturnya.

Dilihat dari segi ekonomi, bawang merah cukup menjanjikan. Bawang merah merupakan tanaman semusim yang berbentuk rumput, berbatang pendek dan berakar serabut.

“Selaku wakil rakyat, kami sangat mendukung program para kepala desa ini. Bimtek yang dilakukan tidak sia-sia dan mampu meningkat pundi-pundi keuangan masyarakat,” demikian singkatnya. (Rizal)

To Top