Lingkungan

Abdya Masuk Daerah Rawan Kebakaran Hutan

Cek Kendaraan: Wakil Bupati Abdya, Muslizar MT memeriksa kondisi kelayakan kendaraan pemadam kebakaran usai apel siaga bencana kebakaran hutan dan lahan di lapangan Persada, Blangpidie, Senin (16/10).

Foto | Rizal

ACEHTERKINI.COM | Kapolres Abdya, AKBP Abdy Hermawan SIK mengatakan, Kabupaten Aceh Barat Daya masuk dalam katagori daerah rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

“Kebakaran hutan dan lahan di Abdya menyebabkan kerugian yang tidak sedikit baik materil maupun inmateril,” kata Kapolres saat memimpin apel siaga bencana kebakaran hutan dan lahan di Lapangan Persada, Blangpidie, Senin (16/10/2017).

Kapolres Andy mengatakan, penanggulangan bahaya kebakaran harus bekerja sama dan bersinergi dengan beberapa instansi terkait. Semuanya ini sesuai dengan instruksi Presiden nomor 16 tahun 2011 tentang Peningkatan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan.

“Dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan dibutuhkan peran dari instansi terkait juga masyarakat agar bahaya bencana itu tidak terjadi,” ujar Kapolres dalam apel yang juga turut dihadiri Wakil Bupati Abdya Muslizar MT, Dandim 0110/Abdya Letkol Inf Puji Hartono SIP, mewakili Kajari, sejumlah Kepala SKPK dan para Camat di kabupaten setempat.

Usai apel tersebut, Kepala Banda Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, Amiruddin membenarkan kalau kawasan hutan dan lahan perkebunan warga di Abdya memang sangat rawan terjadinya bencana kebakaran. Ada beberapa kecamatan yang dianggap rawan, seperti di Kecamatan Babahrot yang hampir setiap musim kemarau selalu dilanda kebakaran.

“Dalam kecamatan tersebut terdapat ratusan hektar hutan lindung serta perkebunan rakyat. Jika titik api muncul, dengan mudah lahan terbakar dan mengancam pemukiman warga setempat,” kata Amiruddin.

Amiruddin menambahkan Kecamatan Manggeng dan Lembah Sabil juga dianggap daerah rawan kebakaran hutan dan lahan. Umumnya, pemicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan itu dikarenakan kelalaian saat membuka lahan perkebunan dengan cara membakar.

Ditambahkan, berdasarkan Undang-undang Nomor 24 tahun 2007 diamanahkan bahwa penanggulangan bencana menjadi tanggungjawab yang tak terpisahkan baik dari pemerintah daerah, dunia usaha dan masyarakat.

“Dengan apel siaga bencana ini, diharapkan partisipasi seluruh elemen dalam penanganan bencana kebakaran di Abdya,” demikian tuturnya.

Amatan di lapangan, bertindak sebagai komandan upacara adalah Iptu Amri Chaniago juga merupakan Kasat Shabara Polres Abdya yang diikuti personel BPBK, TNI/Polri, Satpop PP, Rapi, Tagana, Polhut, Pramuka dan instansi terkait lainnya. Selanjutnya, Wakil Bupati Muslizar MT didampingi unsur Muspida memeriksa kondisi kelayakan kendaraan pemadam kebakaran dan terakhir ditutup dengan aksi pawai mengelilingi pusat kota. (Rizal)

To Top