Layanan Publik

Truk Batu Gajah Makin Semena-Mena, Polisi Diminta Bersikap Tegas

Foto | Rizal

ACEHTERKINI.COM | Sejumlah truk bermuatan material batu gajah yang melintasi kawasan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) belum mengindahkan instruksi pihak Kepolisian. Pasalnya, muatan material batu gajah terancam berbahaya karena tanpa pengaman.

Situasi itu terpantau saat truk sedang melintasi kawasan Jalan Nasional, Desa Alue Mangota, Kecamatan Blangpidie, Rabu (20/9/2017). Sejumlah kendaraan lain terpaksa harus berhati-hati ketika berada dibelakang truk, para pengendara khawatir jika sewaktu-waktu batu yang diangkut tersebut jatuh.

“Siapa sangka, kalau sudah naas pasti itu akan terjadi. Tidak hari ini, pasti terjadi pada hari-hari selanjutnya. Maka dari itu, pikirkan keselamatan orang lain sebelum itu terjadi,” kata Amnar, sopir minibus yang hendak melaju ke Banda Aceh.

Menurutnya, sopir truk material Batu Gajah itu seakan mengabaikan keselamatan pengendara lain yang juga melaju di jalur yang sama. Ia berharap pihak keamanan harus bertindak lebih tegas agar truk itu tidak semena-mena mengangkut beban puluhan ton tanpa menggunakan pengaman. Apalagi truk tersebut sering melintasi kawasan padat kendaraan.

“Kami berharap jangan asal peringatan saja, kalau perlu ada sanksi tegas dari pihak keamanan atau pemerintah setempat agar ada efek jera. Lebih baik mencegah sekarang dari pada sudah memakan korban nantinya,” pinta Amnar.

Terkait hal itu, Kapolres Abdya AKBP Andy Hermawan SIK MSc, melalui Kasat Lantas Iptu RJ Agung Pratomo SIK secara terpisah mengaku sudah melakukan peringatan terakhir terhadap sejumlah sopir truk bermuatan material batu gajah yang melintasi jalan nasional kawasan Kota Blangpidie tanpa pengaman.

Bukan hanya peringatan saja, malahan sebagai sample pernah juga ditilang beberapa truk yang terkesan mengabaikan himbauan tersebut. “Jauh-jauh hari sudah kita ingatkan, jika masih ada yang melanggar kita akan segara lakukan tindakan tegas,” ungkapnya saat dihubungi acehterkini.

Sementara itu, Kabid Pengairan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Muliadi ST, menjelaskan, untuk melakukan teguran terhadap truk pengangkut batu gajah merupakan wewenang pihak kepolisian dalam hal ini Satlantas Polres setempat.

Menurutnya sejumlah truk yang melintasi kawasan Blangpidie dan sekitarnya itu bukan saja mengangkut paket pekerjaan di Abdya, namun juga ada sejumlah paket pengerjaan di luar Abdya.

“Kalau untuk paket yang bernaung di bawah PUPR Abdya sudah selesai terlaksana pada awal bulan September 2017 lalu,” kata dia.

“Kemungkinan yang masih beroperasi saat ini merupakan paket dari provinsi atau angkutan material batu gajah untuk paket di luar Abdya. Meskipun begitu kita tidak punya wewenang untuk memberikan teguran, itu haknya polisi,” ujarnya singkat. (Rizal)

To Top