Lingkungan

Sudah Terjadi 37 Kasus Konflik Satwa dengan Manusia di Aceh

Patroli Gajah Menghalau Gajah Liar Kembali ke Habitatnya

dok. Human Wildlife Conflict

ACEHTERKINI.COM | Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh dan Wildlife Conservation Society (WCS) – Indonesia Program mencatat ada 37 kasus konflik satwa liar dengan manusia terjadi di Aceh sepanjang Januari – September 2017.
Leuser Landscape Program Manager WCS – IP, Tarmizi kepada acehterkini, Senin (25/9/2017) mengatakan, kasus-kasus tersebut meliputi 14 kejadian konflik manusia dengan harimau, 17 kejadian konflik manusia dengan gajah, tiga konflik dengan orangutan dan tiga konflik dengan satwa lain termasuk beruang madu.

“Semua ini terjadi di bentang alam Leuser, yaitu Aceh Barat – Aceh Singkil dan Bener Meriah – Langkat,” kata Tarmizi disela-sela kesibukannya mengikuti pelatihan dokter hewan dalam penanganan konflik manusia dengan satwa liar di Kantor BKSDA Aceh.

Ia menuturkan WCS – IP bekerjasama dengan BKSDA Aceh menangani konflik satwa dengan manusia secara bersama-sama dan tergantung tipe konfliknya. “Kalau ada serangan harimau terhadap hewan ternak yang berbatasan dengan hutan, maka WCS membantu buat kandang anti serangan harimau,” kata dia.

Kemudian juga sosialisasi terkait perundangan-undangan tentang satwa liar yang dilindungi dan cenderung berkonflik dengan manusia seperti harimau, gajah dan orangutan.

“Sosialisasi kebijakan hukum itu akan disampaikan oleh BSKDA Aceh, sementara WCS – IP membantu BKSDA dalam hal teknis,” ujar Tarmizi.

WCS berharap pemerintah dapat memberikan ruang untuk satwa liar dan tidak melakukan alih fungsi yang dapat menganggu habitat satwa liar di bentang alam Leuser, Provinsi Aceh.

“Kita akan mendorong Pemerintah Aceh dan beberapa pihak yang berkegiatan di dunia konservasi untuk bagaimana agar pemerintah bisa memberikan ruang untuk satwa liar yang memiliki jalur lintasan seperti gajah. Ada beberapa daerah yang memiliki satwa liar cukup tinggi, harapan kita tidak dialih difungsikan,” kata Tarmizi.

Harapannya WCS – IP ingin membantu pemerintah untuk mendampingi dan memberi pemahaman agar masyarakat dan satwa liar dapat hidup berdampingan dengan sama-sama membagi ruang. [Edi]

To Top