Hukum

Polisi Ciduk Pengedar Ganja Kering di Abdya

Tersangka SU bersama barang bukti ganja ditangkap Polres Abdya di Desa Ie Mirah, Kecamatan Babahrot, Rabu, 27 September 2017 malam

Foto | Rizal

ACEHTERKINI.COM | Satuan Reserse Narkoba, Polres Aceh Barat Daya (Abdya) menangkap seorang pengedar Narkoba jenis Ganja di Dusun Kuta Malaka, Desa Ie Mirah, Kecamatan Babahrot, Abdya berinisial Su (29) warga setempat, Rabu (27/9/2017) sekitar pukul 22.00 wib.

Dari tangan tersangka, Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa ganja kering dilokasi yang berbeda seberat 53,80 gram.

Kapolres Abdya, AKBP Andy Hermawan SIK MSc, melalui Kasat Narkoba Ipda Mahdian Siregar, Kamis (28/9/2017) kepada acehterkini menjelaskan, polisi mendapat informasi bahwa tersangka sering melakukan transaksi daun ganja di wilayah setempat.

Setelah melakukan pengintaian beberapa jam, tersangka berhasil dibekuk bersama barang bukti ganja kering yang tersimpan di dalam bagasi sepeda motor.

Setelah menangkap tersangka, Tim Sat Narkoba melakukan pengembangan dengan menggeledah areal lokasi Bangunan Puskesmas Ie Merah. Disana, polisi kembali menemukan dua bungkus daun ganja yang disembunyikan dalam tanaman bunga di perkarangan Puskesmas setempat.

“Informasi sementara yang kita peroleh, tersangka mendapatkan ganja kering tersebut di wilayah Butong, Kabupaten Nagan Raya. Setelah mendapatkan barang haram itu, pelaku mengecer kepada pemakai yang hingga saat ini sedang kita selidiki,” sebut Mahdian.

Tersangka berikut barang bukti langsung digiring ke Mapolres Abdya untuk proses penyidikan lebih lanjut. “Sementara ini tersangkanya masih satu, bisa saja setelah dilakukan pengembangan akan bertambah lagi. Tergantung hasil sidik yang kita lakukan,” kata Mahdian.

Rencananya, tambah Mahdian, pihaknya akan melakukan gelar awal dari kasus tersebut. Setelah melengkapi berkas perkara baru akan diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Kejaksaan Negeri (Kejari) Abdya.

“Bukan hanya kasus ini saja, ada sejumlah kasus narkoba lainnya yang sudah kita limpahkan ke kejaksaan untuk diproses sesuai Undang-Undang yang berlaku,” tuturnya.

Kepada tersangka akan dituntut dengan pasal 111 dan 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancamannya 4 sampai 12 tahun penjara, ditambah denda Rp.800 juta sampai Rp.8 miliar.

“Kita akan terus memburu para pengedar bahkan pemakai narkoba yang ada di wilayah hukum Abdya. Untuk kasus narkoba kita tidak pandang bulu, siapapun dia tetap akan kita tindak sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,” demikian Mahdian. (Rizal)

Comments
To Top