Politik

Menjadi Peserta Pemilu, Parpol di Abdya Harus Lulus Verifikasi

Sosialisasi penerimaan salinan kartu tanda anggota, verifikasi partai politik peserta Pemilu tahun 2019 dan sosialisasi PKPU nomor 7 tahun 2017 tentang tahapan, program dan jadwal penyelenggaraan Pemilu tahun 2019 di aula KIP setempat

Foto | Rizal

ACEHTERKINI.COM | Sejumlah Partai Politik (Parpol) yang akan menjadi peserta dalam Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019 mendatang di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) harus dinyatakan lulus verifikasi dari Komisi Independen Pemilihan (KIP) kabupaten setempat.

Pasalnya, jika sejumlah Parpol yang mendaftar belum memenuhi syarat dengan ketentuan yang berlaku dan sesuai Undang-Undang PKPU nomor 7 tahun 2017, maka partai itu dianggap tidak memenuhi syarat untuk menjadi peserta pemilu nantinya.

Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, pada tanggal 3-16 Oktober 2017 mendatang sejumlah parpol baik nasional maupun partai lokal (Parlok) di Abdya mulai menyerahkan salinan bukti keanggotaan ke KIP setempat untuk ditetapkan sebagai Parpol peserta Pemilu.

Ketua Pokja Sosialisasi KIP Abdya, Said Masykur SH, Jumat (29/9/2017) mengatakan, pada bulan Oktober, KIP akan menerima salinan bukti keanggotaan Parpol. Untuk selanjutnya dilakukan verifikasi administrasi dan faktual. Verifikasi tersebut sangat berlaku untuk partai yang baru terdaftar, kalau untuk partai lama dievaluasi saja.

“Penyerahan syarat pendaftaran sebagai calon peserta Pemilu bukan hanya di Kabupaten/Kota saja, namun juga akan berlangsung ditingkat pusat,” kata Masykur dalam acara sosialisasi penerimaan salinan kartu tanda anggota, verifikasi partai politik peserta Pemilu tahun 2019 dan sosialisasi PKPU nomor 7 tahun 2017 tentang tahapan, program dan jadwal penyelenggaraan Pemilu tahun 2019 di aula KIP setempat.

Jika syarat minimal keanggotaan Parpol tidak terpenuhi, maka dokumen tersebut akan dikembalikan untuk dilengkapi sampai tanggal 16 Oktober. Kemudian jika tidak kembali hingga pukul 00.00 wib, berarti dianggap tidak hadir untuk melakukan pendaftaran.

Ditambahkan, bagi parpol yang terpenuhi syarat keanggotaan, maka akan dilakukan verifikasi administrasi mulai 17 Oktober-15 November 2017. Verifikasi itu seperti memastikan anggota partai juga tidak terdaftar di partai lain. Setelah itu dilanjutkan verifikasi faktual dengan mendatangi anggota partai dari rumah ke rumah. Termasuk memperhatikan soal keterwakilan 30 persen perempuan.

“Setelah semua proses tersebut tuntas, maka Parpol peserta Pemilu akan ditetapkan pada tanggal 17 Februari 2018 mendatang,” sebut Masykur didampingi sejumlah anggota KIP lainnya, Hasbi, Zikri dan Fahrul Razi yang juga turut dihadiri Panwaslih dan para pimpinan Parpol di Abdya.

Adapun hal-hal yang akan diverifikasi oleh penyelenggara nantinya, meliputi dokumen administrasi partai di tingkat kabupaten dan kecamatan. Selain itu, keberadaan sekretariat dan peralatan pendukung kantor lainnya juga akan dikunjungi langsung oleh tim verifikator.

Pihaknya berharap kepada seluruh calon peserta Pemilu untuk dapat bekerjasama dalam menyukseskan pesta demokrasi mendatang. Sebab, selain pemilihan wakil rakyat mulai dari tingkat kabupaten hingga pusat termasuk Dewan Perwakilan Daerah (DPD), masyarakat juga akan memilih Presiden yang serentak diseluruh Indonesia.

“Upaya yang kita lakukan, supaya pelaksanaan Pemilu di Abdya akan berjalan dengan aman dan lancar. Apalagi masa jabatan kami sebagai komisoner KIP akan berakhir hingga penetapan calon sementara, seterusnya akan dilanjut oleh komsioner terpilih nantinya sebanyak tiga orang untuk Abdya,” demikian tuturnya. (Rizal)

To Top