Sosial

Masalah Tapal Batas dan Galian C Dianggap Bisa Picu Konflik di Aceh Jaya

Kesbangpol Aceh Jaya Gelar FGD Pemetaan Konflik Sosial di Aula Dinas Kesehatan, Kamis 14 September 2017

Foto | Arif

ACEHTERKINI.COM | Masalah tapal batas antar desa dan sengketa tanah bisa menjadi pemicu konflik sosial di Kabupaten Aceh Jaya. Persoalan tersebut muncul dalam diskusi yang digelar Kesbangpol Aceh, di Aula Kantor Dinas Kesehatan Aceh Jaya, Kamis (14/9/2017).

Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Kesbangpol Aceh Jaya ini menghadirkan Dekan Fakultas Hukum Universitas Abulyatama Aceh, Wiratmadinata SH, MH. Hadir di acara itu Wakapolres Aceh Jaya, Pasi Intel Kodim Aceh Jaya, Ketua Yayasan PPKPA Aceh Jaya, Kepala Dinas Perhubungan, Forum Komunikasi Umat Beragama, Ketua MAA Aceh Jaya, Kasi Intel Kajari, Badan Intelejen Strategis (BAIS), Kasatpol PP dan WH, BPBK Aceh Jaya, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Kepala Kesbangpol Aceh Jaya, Drs. Supriadi mengatakan, kegiatan yang digelar ini untuk melihat perkembangan isu konflik sosial di Aceh Jaya.

“Masalah yang menonjol dan banyak disinggung peserta adalah masalah tapal batas, dan sengketa tanah masyarakat, juga masalah Galian C yang banyak tidak mengantongi izin di Kabupaten Aceh Jaya,” kata Supriadi.
Selain itu kata Supriadi, masalah keagamaan dan narkoba di Aceh Jaya juga menjadi isu yang disinggung peserta dalam FGD tersebut.

“Masalah Galian C tidak berizin ini ada di sejumlah kecamatan, seperti Teunom, Setia Bakti dan Sampoiniet,” kata dia lagi.

Sementara itu Wiratmadinata dalam pemaparannya menyampaikan kondisi di Aceh Jaya sangat kondusif, namun jika masalah-masalah tersebut tidak ditangani maka akan menjadi “bom waktu”.

“Pendekatan harus dilakukan secara bertahap, dan tidak secara ekstrim. Harapannya konflik sosial tidak terjadi di Kabupaten Aceh Jaya,” demikian Wiratmadinata. [Arif]

To Top