Sosial

Lahan Sawah Baru di Abdya Bertambah 109 Hektar

Peusijuek Alat Berat untuk Cetak Sawah Baru di Desa Ujung Tanah, Lembah Sabil, Abdya, 7 September 2017

Foto | Rizal

ACEHTERKINI.COM | Jumlah lahan sawah baru di Aceh Barat Daya (Abdya) bertambah 109 hektar dari 11.178 hektar jumlah keseluruhan lahan sawah di Abdya. Penambahan lahan sawah baru tersebar di enam titik lokasi hamparan dalam kabupaten setempat.

Komandan Korem 012/Teuku Umar (TU) Kolonel Inf Nefra Firdaus SE MM, Kamis (7/9/2017) membuka lokasi areal percetakan sawah baru di Desa Ujung Tanah, Kecamatan Lembah Sabil dengan luas 6,7 hektar ditambah Desa Suka Damai seluas 5 hektar.

Acara tersebut juga turut dihadiri, Bupati Abdya, Akmal Ibrahim SH bersama Dandim 0110/Abdya Letkol Inf Puji Hartono SIP dan Kapolres Abdya AKBP Andy Hermawan SIK MSc serta Tokoh Agama setempat Tgk H Farmadi ZA MSc.

Selain di Kecamatan Lembah Sabil, titik lokasi percetakan sawah baru juga berada di Desa Jeumpa Barat, Kecamatan Jeumpa seluas 56 hektar. Kemudian, Desa Padang Baru, Kecamatan Susoh seluas 11,1 hektar. Desa Keude Paya dan Lamkuta, Kecamatan Blangpidie seluas 13,6 hektar.

Selanjutnya, Desa Cinta Makmur, Kecamatan Setia seluas 5,6 hektar dan Desa Drien Kipah, Kecamatan Tangan-Tangan seluas 11,7 hektar.

Kolonel Inf Nefra Firdaus dalam kesempatan itu menyampaikan, cetak sawah baru ini merupakan program pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat petani di seluruh Indonesia.

Dari 2000 sekian hektar lahan sawah baru yang ditargetkan untuk Aceh, tahun ini Abdya memperoleh 109 hektar. Dimana, program cetak sawah baru ini sudah berjalan sejak tiga tahun yang lalu.

“Alhamdulillah, dalam tahun ini Abdya dapat jatah untuk manambah lahan sawah baru setelah sekian banyak lahan sawah yang beralih fungsi menjadi pemukiman warga,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, percetakan sawah baru untuk Abdya bukan hanya dalam tahun ini saja, akan tetapi akan berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. “Kita berharap tahun depan akan lebih banyak lagi sawah baru tercipta di Abdya, hal itu juga berkat upaya pemerintah daerah untuk melakukan penjajakan ke pemerintah pusat,” tutur Kolonel Nefra.

Terakhir Nefra mengatakan, selain menjaga kedaulatan Kesatuan Negara Republik Indonesia, tugas operasi militer lainnya yakni membantu pemerintah daerah di bidang swasembada pangan yakni melalui sektor pertanian dan sektor-sektor lainnya.

“Harapan kita, sawah baru ini akan menghasilkan padi. Paling kecil 5 hektar hamparan sudah bisa dilakukan saprodinya. Bulan desember sudah ada panen perdana untuk sawah baru,” demikian ujarnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Abdya, Akmal Ibarahim menyatakan siap bekerjasama untuk mensukseskan program percetakan sawah baru tersebut. Akmal berharap, sawah baru ini memperoleh air yang cukup agar proses penggarapannya nanti akan lebih mudah.

“Saya perintahkan camat, tolong selesaikan masalah air. Usahakan agar air bisa mengalir pada lahan sawah baru. Jika diperhatikan, tanah ini kondisinya butuh air banyak, kemudian sawah ini juga cocok untuk berbagai macam tanaman lainnya. Saya rasa, ini merupakan pilihan lokasi yang tepat,” ujarnya singkat.

Amatan dilapangan, proses percetakan sawah baru tersebut pertama kali dibuka menggunakan alat berat berupa exavator (beko) untuk menggali lahan darat agar menjadi lahan basah. (Rizal).

To Top