Olahraga

Italia Akui Kehebatan Spanyol

BolaSport.com

ACEHTERKINI.COM | Pelatih timnas Italia Giampiero Ventura kecewa berat dengan kekalahan 0-3 yang dialami timmya saat melawan Spanyol di Santiago Bernabeu, Kota Madrid, Ahad (3/9/2017). Ventura menilai, permainan pasukannya dalam laga lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2018 tersebut tak memenuhi ekspektasi.

Menurutnya, Andrea Belotti dan kawan-kawan tak punya kekuatan fisik yang sehebat pasukan Matador. Impian Ventura untuk bisa membenamkan Spanyol setelah pada laga sebelumnya di kandang bisa menahan seri pun akhirnya tak bisa terwujud.

“Secara umum, kekalahan ini disebabkan oleh kondisi fisik yang timpang. Ini menyebabkan kualitas mereka jauh di atas kami,” ujar Ventura kepada Rai Sport, seperti dikutip dari Football Italia, Ahad.

Pelatih 69 tahun ini mengatakan, kesalahan demi kesalahan terus dilakukan para pemainnya.

Ia mencontohkan, gol pertama Spanyol via tendangan bebas Isco tak ubahnya sebuah pemberian dari Italia. Itu karena sepanjang laga babak pertama, para pemainnya kerap melakukan pelanggaran di area berbahaya.

Hasilnya, Spanyol medapatkan dua tendangan bebas di depan kotak penalti. Isco pun mampu memanfaatkan peluang yang sebelumnya luput dikonversi menjadi gol oleh Sergio Ramos pada tendangan bebas pertama.

“Kami membuka jalan untuk mereka dan mereka mampu memanfaatkannya. Mulai sekarang, kami manusia dan Spanyol setengah dewa,” kata Ventura.

Striker Italia Lorenzo Insigne menilai ada sisi positif yang bisa diambil atas kekalahan melawan Spanyol. Menurutnya, setiap kali sebuah tim mengalami kekalahan maka mereka akan bertumbuh.

“Kami harus kembali tegak dan bersiap menghadapi Israel pada laga berikutnya beberapa hari lagi. Kami yakin masih bisa lolos ke Piala Dunia,” kata Insigne.

Atas kekalahan ini, Italia masih terpaku di peringkat kedua. Gli Azurri tertinggal tiga angka dari Spanyol yang memimpin Grup G kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa dengan 19 poin dari tujuh laga. Pertandingan kualifikasi di grup ini tinggal menyisakan tiga laga.

Republika

Comments
To Top