Sosial

Dokter Hewan di 12 Kabupaten Kota Dilatih Tangani Konflik Satwa Liar

Foto | BKSDA Aceh

ACEHTERKINI.COM | Sebanyak 28 orang dokter hewan dari 12 kabupaten kota di Aceh diundang mengikuti pelatihan penanganan konflik manusia dengan satwa liar di Kantor BKSDA Aceh. Kegiatan ini digagas BKSDA Aceh dengan Wildlife Conservation Society (WCS) Indonesia Program selama tiga hari, sejak 25 – 27 September 2017.

Leuser Landscape Program Manager WCS IP, Tarmizi mengatakan, masing-masing kabupaten kota mengirim 2 orang dokter hewan dan para medis untuk mengikuti pelatihan ini. Kemudian ada dokter hewan dari BKSDA Sumatera Utara dan Aceh serta dan Pemerintah Aceh.

Dokter hewan dan para medis yang diundang mengikuti pelatihan ini berasal dari Aceh Tenggara, Aceh Singkil, Subulussalam, Aceh Selatan, Abdya, Nagan Raya, Aceh Barat, Gayo Lues, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Langkat, Bener Meriah dan Aceh Tengah.

Pelatihan ini mendapat dukungan dari Dinas Kehutanan Aceh, Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Aceh, Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), Asosiasi Dokter Hewan Satwa Liar (ADSL), Pusat Studi Satwa Liar Universitas Syiah Kuala, dan The Veterinary Society for Sumatran Wildlife Conservation (Vesswic).

Penanganan konflik manusia dengan satwa liar telah diatur melalui Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 48 tahun 2008, dan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 53 tahun 2014. Melalui pelatihan ini, diharapkan dapat dibangun jejaring dokter hewan daerah untuk memberikan dukungan aktif pemerintah kabupaten dan pemerintah Aceh, serta parapihak lainnya dalam implementasi permenhut tersebut. [Edi]

Comments
To Top