Hukum

Diduga Cabuli Pelajar, Seorang Dukun di Abdya Ditangkap

IY alias YY (44) warga Desa Bineh Krueng, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Abdya ditahan Polsek Manggeng karena dilaporkan melakukan pelecehan seksual (cabul) di Desa Seunulop, Kecamatan Manggeng, Selasa (26/9/2017)

Foto | Rizal

ACEHTERKINI.COM | Seorang dukun berinisial IY alias YY (44) warga Desa Bineh Krueng, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) diduga telah melakukan pencabulan terhadap seorang pelajar di Desa Seunulop, Kecamatan Manggeng.

Dugaan pencabulan tersebut diketahui setelah pihak keluarga korban sebut saja bunga (16) warga Kecamatan Manggeng melaporkan kejadian itu ke Polsek Manggeng pada Selasa (26/9/2017) sekitar pukul 08.00 wib. Berdasarkan laporan dengan nomor LP/07/IX/2017/Polsek Manggeng, Polisi langsung bergerak kelokasi dan berhasil menangkap pelaku sekitar pukul 15.30 wib.

Kapolres Abdya AKBP Andy Hermawan SIK MSc melalui Kapolsek Manggeng Iptu Sunardi Yasmin SH, yang dihubungi acehterkini Rabu (27/9/2017) membenarkan tentang penangkapan dukun tersebut, setelah mendapatkan pengaduan dari pihak keluarga korban tentang adanya pengobatan alternatif yang berujung pencabulan dan pelecehan seksual.

“Terkait dengan kejadian itu, kita sudah meminta keterangan dari beberapa orang saksi termasuk korban yang dicabuli dukun tersebut,” kata Kapolsek.

Berdasarkan laporan yang diterima pihaknya, pelaku bukan hanya melakukan pelecehan seksual pada satu orang korban saja, namun juga ada korban lainnya. “Laporan kedua korban tersebut sudah kita terima dengan kasus pencabulan dan pelecehan seksual,” ungkap Sunardi.

Pelaku menggunakan motif sebagai dukun pengobatan alternatif untuk mengelabui korbannya, saat korban hanyut dalam proses pengobatan itu, barulah pelaku mulai melancarkan aksi bejatnya tersebut.

Berat dugaan pelaku sudah lama melakoni profesi sebagai dukun, pelaku mulai beraksi dan menjampi-jampi korbannya pada waktu tengah malam hingga menjelang subuh. Korban yang mengalami kejadian itu tidak bisa berbuat apa-apa karena di bawah pengaruh ancaman pelaku.

Untuk saat ini, pelaku yang diketahui memiliki seorang anak dan istri itu mendekam di tahanan Mapolsek Manggeng guna pemeriksaan lebih lanjut. “Begitu kita tangkap, pelaku tidak melawan. Bahkan ia pasrah dan mengakui perbuatannya tersebut,” tutur Sunardi.

Akibat perbuatannya itu, pelaku terancam pasal 50 junto pasal 47 Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014 tentang hukum Jinayat. Ancamannya uqubat cambuk sebanyak 90 kali dan denda 900 gram emas murni atau penjara 90 bulan.

“Kita masih mendalami motif dibalik kejadian tersebut, bisa saja ada korban lainnya. Hasil pemeriksaan sementara korban dicabuli oleh pelaku sebanyak dua kali yakni pada Minggu (17/9/2017) dan Senin (18/9/2017) lalu,” demikian Sunardi. (Rizal).

Comments
To Top