Kesehatan

Cegah Peredaran Pil PCC, Polisi Periksa Toko Obat di Abdya

Kasat Narkoba Polres Abdya Ipda Mahdian Siregar bersama dengan tim memeriksa keberadaan Pil PCC di sejumlah apotek dan toko obat, Selasa (26/9/2017)

Foto | Rizal

ACEHTERKINI.COM | Untuk mencegah peredaran Pil Paracetamol Caffein Carisoprodol (PCC) dan obat-obat keras (Daftar G) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Satuan Reserse Narkoba Polres setempat melakukan pemeriksaan ke sejumlah Apotik dan Toko Obat yang berada di Kabupaten Abdya.

Selain merazia keberadaan Pil PCC dan obat keras lainnya itu, Polisi juga memeriksa masa berlaku sejumlah obat yang diperjual belikan kepada masyarakat. Tujuannya, agar disejumlah toko obat tersebut tidak ada yang menjual obat tanpa izin atau kadaluarsa.

Informasi yang diperoleh dari Sat Res Narkoba Polres Abdya, Selasa (26/9/2017), pihaknya melakukan pengecekan di Apotek Safira, Depot Obat Nastari, Toko Obat Putra Farma, Apotek Maulana, Toko Obat Pelangi, Apotek Laris, Apotek Korea dan Apotek Affiya, mulai pukul 10.00 wib hingga jelang sore. Dimana, keseluruhan toko penjual obat tersebut berada di kawasan Kecamatan Blangpidie dan Susoh.

“Tidak menutup kemungkinan, kita juga akan memeriksa toko penjual obat lainnya yang ada di sejumlah kecamatan dalam Kabupaten Abdya. Semua itu kita lakukan untuk mencegah beredarnya Pil PCC yang justru akan mengancam kesehatan masyarakat,” kata Kapolres Abdya AKBP Andy Hermawan SIK MSc melalui Kasat Narkoba Ipda Mahdian Siregar kepada acehterkini usai melakukan pemeriksaan tersebut.

Dalam proses pemeriksaan tersebut, tim Sat Res Narkoba didampingi Apoteker Dinas Kesehatan Abdya, Urkes Polres Abdya, Sat Reskrim dan Propam Polres setempat. “Kita berupaya mencegah agar Pil PCC dan Obat-obat Keras (Daftar G) tidak beredar di Abdya,” ungkap Mahdian.

Tindakan yang dilakukan pihaknya, yakni bersama-sama mendatangi Apotek dan Depot Obat yang ada di wilayah Hukum Polres Abdya dengan melakukan pemeriksaan serta pengecekan terkait keberadaan obat-obat terlarang tersebut.

Dari hasil pemeriksaan dilakukan, tambah Mahdian, polisi belum menemukan adanya Pil PCC juga termasuk obat yang sudah kadaluarsa. “Sejauh ini Abdya masih aman dari keberadaan Pil PCC dan sejenis obat membahayakan lainnya. Untuk itu kita himbau masyarakat untuk lebih waspada dan lebih jeli dalam membeli obat,” demikian ujarnya. (RiZal)

Comments
To Top