Lingkungan

BKSDA Aceh Sita Lima Ekor Satwa yang Dilindungi

BKSDA Aceh Berhasil Mengevakuasi Siamang dari Aceh Barat Daya, Kamis 14 September 2017

Foto | BKSDA Aceh

ACEHTERKINI.COM | Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh berhasil menyita lima ekor satwa yang dilindungi di Aceh Tengah dan Aceh Barat Daya (Abdya), Kamis (14/9/2017). Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo mengatakan, satwa yang dilindungi itu adalah Kukang, Kucing Hutan dan Siaman.

Sapto menjelaskan dua ekor Kukang (Nycticebus coucang) berjenis kelamin jantan diamankan dari warga Kampung Kayu Kul, Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah pada Rabu, 6 September 2017.

Dua Ekor Kukang Disita dari Kabupaten Aceh Tengah, Kamis 14 September 2017. [Foto : BKSDA Aceh]

Petugas BKSDA mengetahui adanya Kukang yang dipelihara Iwan Fitrah (33) dari video yang diunggahnya di media sosial. “Kemudian setelah dilakukan sosialisasi, Iwan bersedia menyerahkan Kukang kepada petugas Resort Konservasi Wilayah V Takengon,” kata Sapto.

Masih dikatakan Sapto, petugas Resort Konservasi Wilayah V Takengon juga mengamankan dua ekor Kucing Hutan (Felis bengalensis) berjenis kelamin jantan dari Asmel Diga (36) warga Kampung Blang Gele, Kecamatan Bebesan, Kabupaten Aceh Tengah.

“Kucing hutan itu baru dua minggu dipelihara oleh Asmel Diga, kondisinya dalam keadaan hidup dan perlu dilakukan penanganan lebih lanjut karena masih usia anakan,” tulis Sapto dalam keterangannya.

Di tempat yang terpisah, BKSDA Aceh juga berhasil mengevakuasi satu ekor satwa liar Siamang (Symphalangus syndactylus) berjenis kelamin betina dan diperkirakan berumur 6 tahun. “Kondisi Siamang ini dalam keadaan hidup dan mata sebelah kanan buta, evakuasi dan penyerahan Siaman ini dimediasi oleh Wakapolres Aceh Barat Daya,” ujar Sapto Aji Prabowo.

Kata Sapto, lima ekor satwa yang dilindungi ini dibawa ke Kantor BKSDA Aceh di Banda Aceh untuk penangananan lebih lanjut sebelum dilepasliarkan ke habitatnya. [Firman]

To Top