Sosial

Bimtek Kepala Desa ke Bandung Menuai Sorotan

Sejumlah Kepala Desa di Subulussalam Mengikuti Bimtek di Bandung

Foto | Alim

ACEHTERKINI.COM | Keberangkatan Kepala Desa se Kota Subulussalam, kemarin ke Bandung, Jawa Barat dengan dalih mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) menuai sorotan dari sejumlah kalangan. Tak ayal, di beberapa warung hangat dibincangkan karena dinilai hanya menghamburkan Anggaran Dana Desa (ADD) tapi minim manfaat.

Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Kota Subulussalam, Edi Sahputra Bako, S. Sos turut angkat bicara. Menurut Edi, perlu dipertanyakan komitmen pimpinan dilevel tehnis seperti Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kampong dan camat, yang setiap tahun belakangan ini berkali-kali membawa Kepala Desa untuk bimtek keluar daerah.

Sebab, kata Edi, dari beberapa bimtek yang dilakukan tidak ada manfaat untuk kampong itu sendiri. “Ini terkesan ada kepentingan pihak tertentu,” kata Edi, Kamis (28/9/2017).

Kata Edi lagi, dari 82 Kepala Kampong di Kota Subulussalam yang berangkat ke Bandung, 31 diantaranya merupakan penjabat sementara yang tinggal menghitung hari akan berakhir masa jabatannya.

“Ini aneh, seperti ada sesuatu. Siapa dalang dibalik semua ini,” ujar Edi.

Sementara, Kepala Bidang Kelembagaan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampong, Kota Subulussalam, Zulfikri saat dihubungi media ini mengatakan, Bimtek seluruh Kepala Desa di Kota Subulussalam itu merupakan agenda yang anggarannya sudah masuk dalam Anggaran Dana Desa (ADD).

Mengenai keberangkatan Penjabat sementara, Zulfikri mengaku hal itu berdasarkan permintaan Kepala Desa agar bimtek dilaksanakan bulan ini.

“Kami tidak ada hak untuk menunda menunggu pelantikan kepala kampong definitif. Karena sebelumnya mereka menyurati agar bulan ini digelar,” kata Zulfikri.

Zulfikri mengaku, selain kepala desa, kepala mukim dan camat juga ikut ke Bandung. Bahkan, Zufikri mengatakan sebagian kepala desa membawa keluarga. Untuk biaya, setiap desa dianggarkan sebesar Rp 30 juta.

Tapi besaran angka tersebut bukan sekali Bimtek melainkan Bimtek perangkat Desa yang sebelumnya sudah dilaksanakan di Medan Sumatera Utara. “Semua yang berangkat ke Bandung berjumlah 130 orang. Karena sebagian membawa keluarganya,” demikian Zulfikri. [Alim].

To Top