Sosial

Beredar Foto Baju Adat Subulussalam Mirip Lambang Partai

ACEHTERKINI.COM | Warga netizen kembali dihebohkan dengan munculnya foto baju adat Subulussalam yang memiliki logo mirip salah satu partai politik nasional. Munculnya foto tersebut setelah diposting pemilik akun facebook bernama Rasumin Pohan yang tak lain anggota DPRK setempat.

Baju Adat Subulussalam Mirip Lambar Partai Politik.

Berikut tulisan Rasumin Pohan dihalaman Facebooknya, “Baju adat Kota subulussalam cendrung ke salah SATU partai politik” postingan tersebut juga ditautkan ke beberapa koleganya di DPRK seperti, Dedi Anwar, Fazri Munthe, Mariani Harahap, Hariansyah, H. Ajo Irawan.

Baju yang disebut baju adat Subulussalam itu didominasi warna hitam. Dibagian dada hingga ke kerah leher warna kuning. Sedangkan sebelah kanan ada logo pohon beringin warna putih yang mirip dengan logo Partai Golkar yang tak lain diketuai H. Merah Sakti yang juga Wali Kota setempat. Sedangkan disebelah kiri ada warna tabir yakni, hijau, putih, kuning hitam dan merah.

Postingan politikus PAN Dapil Sultan Daulat itu pun mendapat banyak komentar dari kalangan netizen. Dengan banyaknya warga netizen mempertanyakan baju tersebut, Wakil Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Subulussalam, Safran Kombih, MH langsung angkat bicara untuk memberikan klarifikasi.

Menurut Safran Kombih, awal desain yang dimusyawarahkan adalah lambang pepinangan yaitu, tempat sirih dan kelengkapan sebagai bentuk adat suku Singkil. Namun oleh oknum anggota MAA tetap mengubah desain dengan mengganti logo pepinangan menjadi logo pohon beringin.

Berikut komentar Safran Kombih, “Ini desain yang sebenarnya. ada oknum di MAA gak mau bermusyawarah ketika baju adat ini di buat. Saya juga sangat kecewa ketika melihat baju adat Kota Subulussalam itu. Sebenarnya di desain baju adat tersebut ada 5 jenis tanda kearifan lokal yang dari nenek monyang kita dulu sudah memakainya yaitu pucuk rebung, Bunga Kangkung, Rama-rama atau terawang, Pepinangan tempat sirih, dan Lambang Tabir. Nah sementara baju adat yang sudah siap di buat pengadaannya melalui lembaga MAA tidak ada mempunyai makna apapun,” tulis Safran. [Alim].

To Top