Sosial

Abang Becak diajak Tertibkan Pasar Blangpidie

Wakil Bupati Abdya, Muslizar MT menjamu para awak becak di Pendopo Bupati setempat, Selasa (19/9/2017) untuk mencari solusi terkait ketertiban kawasan pasar Blangpidie.

Foto | Rizal

ACEHTERKINI.COM | Para abang becak yang beroperasi di kawasan kota Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) diajak untuk bersama-sama menertibkan kawasan Pasar Blangpidie agar lebih tertata dengan rapi.

Ajakan tersebut disampaikan Wakil Bupati Abdya, Muslizar MT saat menjamu para pengendara becak di Pendopo Bupati setempat, Selasa (19/9/2017).

Turut hadir Sekda Abdya Drs Thamren, Plt Aissten Pemerintahan Setdakab Musawir, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag), H Nazli SSos dan unsur Muspika Blangpidie serta seratusan lebih abang becak di Abdya.

Kepada pengendara roda tiga itu, Muslizar meminta agar memarkirkan kendaraannya dengan rapi, supaya suasana pasar seperti di Jalan H Ilyas, Desa Pasar dan Meudang Ara, Kecamatan Blangpidie bisa terlihat indah serta tidak menghambat laju kendaraan yang sedang melintas.

“Kami mengundang para abang becak ke pendopo agar persoalan menata pasar Blangpidie dapat terwujudkan dengan dukungan dari para awak becak itu sendiri. Sehingga lokasi pasar tidak sembraut, apalagi banyak kendaraan yang tidak terparkir dengan rapi,” ungkapnya.

Muslizar mengaku sudah beberapa kali meninjau lokasi pasar Blangpidie, akan tetapi masih belum banyak perubahan. Sejumlah kendaraan masih ada yang belum mematuhi rambu-rambu lalulitas.

“Kita sudah memerintahkan agar kendaraan hanya bisa melalui kawasan Jalan H Ilyas satu arah saja tidak boleh berlawanan arah. Namun, banyak juga kendaraan yang tidak mematuhinya, bahkan hanya tertib saat ada petugas yang berjaga disitu saja,” tuturnya.

Meskipun begitu, Muslizar tidak putus asa. Ia tetap berupaya semaksimal mungkin agar suasana pasar Blangpidie yang menjadi icon perdagangan di Abdya bisa lebih indah dan rapi.

“Dengan adanya kerja sama dari awak becak, para pengendara tidak akan memarkirkan kendaraannya sembarang, tapi akan tersusun dengan rapi. Intinya, abang becak boleh memberikan teguran jika ada kendaraan yang parkir sembarangan. Tegurannya harus bersifat persuasif bukan dengan kekerasan,” pesan Muslizar.

Dalam kesempatan itu, sejumlah awak becak juga mencurahkan keluhannya kepada Wakil Bupati Abdya. masing-masing dari mereka meminta agar kesejahteraan tukang becak diperhatikan.

“Selama ini tukang becak seakan diabaikan, bantuan banyak mengalir pada orang tertentu saja, padahal kami juga orang yang tidak mampu,” kata Miswar salah satu perwakilan dari awak becak.

Hal senada juga disampaikan Salami. Hampir 24 tahun ia menggeluti pekerjaan sebagai penarik becak belum pernah mendapatkan bantuan yang menjurus pada profesinya sebagai tukang becak.

“Kami berharap pemerintah bisa memberikan kami bantuan yang berhubungan langsung dengan profesi kami, misalnya peralatan becak atau kelengkapan alat becak lainnya yang terkadang cukup sulit kami dapatkan,” harapnya singkat. (RiZal)

To Top