Peristiwa

Warga Manggeng Tewas Tertimpa Pohon

Warga menandu jasad Nasir dengan karung yang diikat pada sebatang bambu, pasca kejadian naas tertimpa pohon di pergunungan Lhok Batee Intan, Desa Padang, Manggeng, Senin (7/8/2017).

Foto | Rizal

ACEHTERKINI.COM | Nasir (34) warga Dusun Lhok Batee Intan, Desa Padang, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) meninggal dunia tertimpa pohon di kawasan pergunungan Lhok Bate Intan, Desa Padang, Manggeng, Senin (7/8/2017) sekitar pukul 11.00 wib.

Korban mengalami patah tulang dibagian pinggang dan luka memar lainnya, setelah pohon yang dipotong menggunakan mesin gergaji kayu (chainsaw) menimpa dirinya ketika tengah memotong kayu.

“Kemungkinan korban tidak bisa mengelak dari pohon itu, apalagi yang memotong pohon itu dirinya sendiri bersama rekannya Rusdi (33) juga warga yang sama. Menurut informasi, pohon itu menimpa tepat dibagian pinggang korban, termasuk Rusdi juga tertimpa dibagian kaki hingga patah,” kata Ahmad Darmawi salah satu tim Tagana yang ikut menjemput jasad korban dengan jarak lebih kurang tujuh kilo meter dari pemukiman warga setempat.

Bersama warga, Tim SAR dan Tagana didampingi Polsek Manggeng, meluncur ke lokasi kejadian dalam jarak tempuh lebih kurang tiga jam berjalan kaki dengan medan yang terjal dan semak belukar. Begitu sampai dilokasi, korban sudah dievakuasi oleh sejumlah warga lainnya yang juga tak jauh dari tempat korban membuka lahan untuk berkebun.

“Korban lansung dimasukkan ke dalam karung, kemudian ditandu menggunakan bambu, termasuk rekannya Rusdi dalam kondisi patah tulang kaki, juga ikut ditandu,” singkat Ahmad Darmawi kepada wartawan.

Sementara itu, Kapolres Abdya AKBP Andy Hermawan SIK MSc, melalui Kapolsek Manggeng Iptu Sunardi Yasmin SH, membenarkan kejadian itu. Saat ini jasad korban sudah tiba dirumah duka, rencananya korban dikebumikan di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Suka Damai, Kecamatan Lembah Sabil.

Sementara rekannya Rusdi, sudah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Tengku Peukan (RSUTP) Abdya setelah sempat menjalani perawatan di Puskesmas Manggeng. “Karena kondisinya cukup parah, maka harus dirujuk ke RSUTP Abdya,” kata Iptu Sunardi.

Sebelumnya, Iptu Sunardi sudah menawarkan kepada pihak keluarga agar jasa korban untuk di visum. Namun pihak keluarga menolak, mereka mengatakan sudah ikhlas menerima musibah ini.

“Ini memang sudah musibah dari yang kuasa, jadi tidak perlu untuk di visum lagi,” kilas Kapolsek Manggeng mengulang kembali jawaban keluarga korban kepada dirinya.

Dengan kejadian itu, korban meninggalkan seorang istri dan tiga anaknya yang masih duduk di bangku sekolah. “Untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga, korban memang bekerja sebagai pekebun di hutan. Korban sudah berada di lokasi itu sejak hari Jum’at (4/8/2017) lalu,” singkat Zawin yang merupakan Kepala Desa (Keuchik) setempat. (Rizal).

 

Comments
To Top