Hukum

Tugu Krueng Suri Bukti Pelanggaran HAM di Aceh Diresmikan

Wakil Bupati Aceh Jaya Meresmikan Tugu Krueng Suri Bukti Pelanggaran HAM di Aceh, Kamis (31/8/2017)

Foto | Arif

ACEHTERKINI.COM | Tiga belas tahun sudah berlalu atau tepatnya Agustus 2004, air mata masih tetap berlinang saat mengenang kejadian pilu di ujung rimba Aceh jaya. Konflik antara TNI dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) mengakibatkan sembilan orang warga Kemukiman Pasie Raya tewas tertembak di Krueng Suri.

Peristiwa itu kembali dikenal Tgk. Saifuddin alias Tgk. Pon. Kepada acehterkini, Kamis (31/8/2017) ia menuturkan imbas konflik TNI dan GAM di Krueng Suri mengakibatkan sembilan warga yang tidak berdosa tewas tertembak.

Kejadian itu sangat menggores luka bagi warga setempat, setelah terpaksa mengungsi dan tinggal di hutan karena takut dengan dampak konflik, akhirnya beberapa warga bersedia pulang kembali ke kampung saat dijemput oleh keluarganya.

Wakil Bupati Aceh Jaya Meresmikan Tugu Krueng Suri Bukti Pelanggaran HAM di Aceh, Kamis (31/8/2017)

Tgk. Pon juga mantan anggota DPRK Aceh Jaya menceritakan, dalam perjalanan pulang ke kampung, masyarakat istirahat dan shalat Ashar di sebuah pondok di Kawasan Krueng Suri.

“Belum sempat mereka menunaikan Shalat Ashar, mereka ditembak diduga oleh pasukan TNI dari kesatuan Raider 100 yang bermarkas di Gampong Alue Jang, Kecamatan pasie Raya, Aceh Jaya. Mereka syahid,” ungkap Tgk. Pon sedih.

“Peristiwa itu tidak mudah dilupakan oleh masyarakat Pasie Raya. Sehingga muncul inisiatif untuk membuat Tugu Krueng Suri sebagai bukti pelanggaran HAM di Aceh. Alhadulillah, hari ini, Kamis, Wakil Bupati Aceh Jaya, Tgk. Yusri sudah meresmikan tugu itu,” kata dia lagi.

Menurut Tgk. Pon Tugu Krueng Suri dibangun untuk mengenang kisah pilu apa yang telah terjadi di Aceh khususnya Kabupaten Aceh Jaya. Harapannya generasi muda sekarang tahu sejauh mana perjuangan Bangsa Aceh dulu, dengan darah dan air mata.

Tgk, Pon mengatakan peristiwa pembunuhan di Krueng Suri Aceh Jaya ini sangat kental dengan pelanggaran HAM di Aceh. Warga sipil tak bersenjata dan bukan anggota GAM ditembak diduga oleh Pasukan TNI.

Tugu Krueng Suri dibangun oleh Kontras Aceh dan diresmikan oleh Wakil Bupati Aceh Jaya, Tgk. Yusri, Kamis (31/8/2017). Lantunan ayat-ayat suci Alquran bergema saat peresmian tugu bukti pelanggaran HAM Aceh itu. Kemudian keluarga korban penembakan 2004 lalu dipeusijuek.

Dengan diresmikannya Tugu Krueng Suri sebagai bukti pelanggaran HAM di Aceh, Tgk. Pon berharap Pemerintah Aceh dan DPR Aceh maupun Pemda setempat tidak menutup mata terhadap korban konflik Aceh.

“Korban konflik harus mendapat perhatian serius dari semua pihak, termasuk LSM peduli HAM Aceh,” pesan Tgk. Saifuddin alias Tgk. Pon. [Arif]

Comments
To Top