Sosial

Tari Saman Massal Digelar Dua Tahun Sekali

5005 Penari Saman Tampil Memperingati 3 Tahun Penetapan Tari Saman Gayo Sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Badan PBB Unesco, 24 November 2014 di Gayo Lues

Foto | Metro TV

ACEHTERKINI.COM | Pemerintah Kabupaten Gayo Lues akan menggelar tari saman massal setiap dua tahun sekali. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Gayo Lues, Safruddin mengatakan ini masih wacana untuk menyelenggarakan tari saman massal dua tahun sekali.

Kepada acehterkini, Safruddin menjelaskan setelah sukses dengan penampilan 5005 penari saman gayo pada tahun 2014, kini pemerintah mengundang 10001 penari saman tampil di Stadion Seribu Bukit Gayo Lues pada 13 Agustus 2017 mendatang.

“Rencananya even 2017 ini digelar pada 24 November 2016, tapi karena saat itu ada Pilkada Aceh maka even tari saman massal ini ditunda ke April 2017 pada HUT Gayo Lues, pun begitu pada April juga ada kendala sehingga tari saman massal ini digelar pada Aleuhat, 13 Agustus 2017,” kata Safruddin, Rabu (9/8/2017).

Selain ekpose Gayo Lues, kegiatan ini juga dalam rangka HUT RI ke-72 dan sekaligus memperingati enam tahun penetapan Tari Saman Gayo sebagai warisan budaya dunia tak benda oleh Badan PBB urusan pendidikan, sains dan kebudayaan (Unesco) pada 24 November 2011.

Ia menambahkan 10001 penari saman yang akan tampil pada 13 Agustus 2017 nanti berasal dari masyarakat Gayo Lues dari 145 gampong. Kemudian 800 orang dari pegawai di jajaran Pemerintahan Gayo Lues.

“Semua anggaran transportasi, baju karawang dan akomodasi itu ditanggung oleh masing-masing desa dengan Dana Desa Khusus, ini akan menjadi tanggungjawab masing-masing kepala desa. Begitu juga terhadap peserta dari pegawai pemerintah oleh masing-masing SKPK, tapi baju karawang untuk pegawai ini dibantu oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI,” kata Safruddin.

Ia menjelaskan peserta setiap gampong itu jumlahnya berbeda. Ada yang membawa 50 orang, 100 orang bahkan lebih dari 150 orang setiap gampong. “Jumlahnya berbeda-beda, tergantung kemampuan masing-masing gampong di Gayo Lues,” kata dia.

Gladi bersih untuk acara ini digelar, Sabtu 12 Agustus 2017. Sedangkan gladi khusus untuk peserta dari pegawai pemerintahan digelar Kamis, 10 Agustus 2017.

Safruddin berharap dengan adanya even tari saman massal dua tahun sekali ini dapat memperkenalkan Gayo Lues kepada dunia dengan potensi alam dan budayanya yang menabjubkan.

“Semoga kedatangan wisatawan terus bertambah untuk melihat potensi alam di Hutan Leuser dan mengenal lebih dekat tari saman dari Gayo Lues,” harap Safruddin. [Firman]

Comments
To Top