Hukum

Perkara Pembunuhan Warga Abdya Dilimpahkan Ke Jaksa

Berkas Perkara Pembunuhan Warga Abdya Dilimpahkan ke Jaksa

Foto | Rizal

ACEHTERKINI.COM | Setelah melengkapi alat bukti dan menyelesaikan proses penyidikan, Sat Reskrim Polres Aceh Barat Daya (Abdya) melimpahkan kasus pembunuhan yang menewaskan tiga warga Abdya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Abdya, Rabu (9/8/2017). Dimana, kasus tersebut telah masuk dalam tahap dua dan akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tapaktuan.

Kepala Kejari Abdya, Abdur Kadir SH MH, menjelaskan, perkara pembunuhan yang dilakukan oleh Edi Syahputra (28) warga Kampung Lemah Burbana, Kecamatan Bebesan, Kabupaten Aceh Tengah, telah dilimpahkan oleh pihak Polres Abdya selaku Penyidik. Hal ini, berkat kerjasama antara pihak Polres Abdya dan Kejari Abdya untuk menyelesaikan berkas perkara tersebut.

“Dalam jangka waktu dua bulan lebih, berkas perkara pembunuhan tersebut sudah lengkap dan sudah diserahkan kepada kami selaku Jaksa. Seterusnya nanti akan kita limpahkan ke Pengadilan,” kata Abdur Kadir kepada sejumlah awak media di Aula Kantor Kejari Abdya didampingi Kapolres Abdya AKBP Andy Hermawan SIK MSc, Kasat Reskrim AKP Misyanto dan Kasi Pidum Firmansyah Siregar SH.

Dalam kasus ini, Edi Syahputra telah membunuh Hj Wirnalis (60) dan kedua cucunya Habibi Askhar Balihar (8) dan Fakhrurrazi (12) di Jalan Lukman, Desa Meudang Ara, Kecamatan Blangpidie pada tanggal 16 Mei 2017.

Motifnya, Edi Syahputra menyimpan rasa dendam kepada Hj Wirnalis karena tidak menyetujui hubungan asmaranya dengan RM yang merupakan keponakan korban (Hj Wirnalis). Sehingga Edi Syahputra nekat membunuh korban dan berlanjut pada dua korban lainnya dalam waktu yang sama.

Dikatakan Kajari Abdur Kadir, perkara ini cukup menarik dan menjadi perhatian dari kalangan Masyarakat. Malahan pihaknya pernah diminta untuk mengexpose perkara tersebut di Kejaksaan Tinggi Aceh, dan kasus ini juga tergolong langka terjadi di Abdya.

Mengenai hukum dakwaan yang diajukan komulatif, pertama akan dijerat dengan Undang-Undang Pidana (KUHP) dan Undang-Undang Perlindungan Anak, sesuai dengan pasal 365 ayat (1 dan 3) junto pasal 339 KUHP junto pasal 80 ayat (3) dan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, dengan ancaman kurungan komulatif Seumur Hidup atau penjara selama 20 tahun.

“Maka dari itu, kita mengajukan dakwaan berlapis kepada tersangka. Mengenai tindak lanjutnya, kita tunggu saja fakta dalam persidangan nanti,” ungkap Abdur Kadir.

Sementara itu, Kapolres Abdya AKBP Andy Hermawan SIK MSc mengatakan, tidak butuh waktu lama, proses penyidikan sudah selesai dilakukan. “Hari ini barang bukti dan tersangka sudah kita serahkan kepada Kejari Abdya,” tuturnya.

Penyerahan barang bukti dan tersangka Edi Syahputra alias Jimi Syahputra tersebut tertuang dalam surat nomor B/32/VIII/2017/Reskrim tanggal 9 Agustus 2017. Rujukannya, sesuai dengan pasal 8 ayat (3) dan pasal 110 ayat (1) KUHP.

Kemudian tentang Undang-Undang Nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Selanjutnya, surat nomor B/27-b/VII/2017/Reskrim tanggal 27 Juli 2017 tentang pengiriman kembali berkas perkara ke Kejaksaan Negeri Abdya. Terakhir, surat dari Kajari Abdya nomor 8-731/N.1.29/Epp.1/08/2017 tanggal 03 Agustus 2017 tentang hasil penyidikan sudah lengkap (P21).

“Berdasarkan hal itu, kami mengirimkan tersangka dan barang bukti, dalam perkara tindak pidana kejahatan terhadap nyawa atau pembunuhan, sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 340 Jo pasal 338 KUHP Jo pasal 76 huruf C Jo pasal 80 ayat (2 dan 3) Undang-Undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak,” demikian Kapolres Andy. (Rizal)

Comments
To Top