Pendidikan

Peneliti: Gua Bukti Tsunami di Aceh Perlu Dilestarikan

Gua Ek Leuntie Lhoong Aceh Besar

Foto | Istimewa

ACEHTERKINI.COM | Tim Peneliti Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) mendesak pemerintah segera melestarikan Gua Ek Leuntie yang berada di Meunasah Lhok, Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar sebagai situs cagar tsunami purba.

Permintaan itu disampaikan oleh Peneliti Unsyiah, Nzli Ismal PhD, Senin (31/7/2017). Ia menjelaskan Gua Ek Leuntie yang berada di pesisir pantai itu menyimpan bukti tsunami 7400 tahun yang lalu dan patut dilestarikan sebagai Museum Alam.

Temuan ini dilakukan oleh peneliti Unsyiah bersama Nanyang Technological University (NTU) Singapore yang berhasil mengidentifikasi lapisan-lapisan pasir yang mengendap akibat tsunami ribuan tahun yang lalu dalam gua tersebut.

“Misteri kedahsyatan tsunami tahun 2004 di Aceh mulai terpecahkan melalui temuan besar,” kata Nazli Ismail.
Aceh, kata dia tidak terlepas dari ancaman gempa karena berada di zona megathrust yang membentang di sebelah barat lepas pantai Sumatera. Selama ini sudah banyak gempa yang terjadi di Aceh dan diantaranya berpotensi tsunami. Maka kajian gua tsunami Aceh ini memberikan gambaran yang sangat penting tentang perulangan bahaya tsunami di sepanjang zona megathrust.

Menurutnya, sangat sulit untuk memprediksi secara tepat kejadian tsunami besar berikutnya setelah tsunami 2004. Sebab periode kejadian tsunami di masa lalu juga tidak beraturan. Jadi pemerintah juga perlu meningkatkan upaya penyadaran masyarakat terhadap ancaman bahaya tsunami melalui pendidikan.

“Gua Ek Leutie merupakan situs yang dapat dijadikan sebagai tempat pembelajaran tentang kebencanaan dan Unsyiah berharap keberadaan gua tsunami tersebut dapat dilestarikan,” jelasnya.

Saat melakukan penelitian, tim mengamati adanya kegiatan penambangan batu secara masif di sekitar gua tersebut pada tahun 2016. Batu-batu gajah yang ditambang dari gua tersebut digunakan untuk pembangunan dermaga di kabupaten Nagan Raya.

Pada saat itu, penambangan hampir merambah sampai beberapa meter dari gua. Jika dilakukan secara terus-menerus, penambangan ini dapat mengancam keutuhan gua sehingga mengancam akan hilangnya informasi berharga tentang rekaman tsunami purba yang berumur ribuan tahun tersebut.

“Gua Ek Leuntie sangat berpotensi untuk menjadi tujuan pariwisata,” kata Nazli. [Ril]

Comments
To Top