Sosial

Pantau Dana Desa, Kejari Undang Keuchik Se-Abdya

Kasi Intel, Dasril A Yusdar SH

Foto | Rizal

ACEHTERKINI.COM | Guna melakukan pengawasan terhadap penggunaan dana desa yang mencapai miliaran rupiah untuk masing-masing desa di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Kejaksaan Negeri (Kejari) Abdya mengundang para kepala desa atau keuchik untuk mengikuti kegiatan sosialisasi dana desa.

Kegiatan ini melibatkan Tim Pengawal Pengamanan Pembangunan Pemerintah Daerah (TP4D) yang bakal dilaksanakan selama dua hari mulai Kamis – Jumat, 24-25 Agustus 2017.

Kepala Kejari Abdya, Abdur Kadir SH MH melalui Kasi Intel, Dasril A Yusdar SH, Rabu (23/8/2017) menjelaskan, kegiatan ini akan dilaksanakan selama dua hari berturut-turut. Para Keuchik diundang dalam acara sosialisasi ini karena selaku penanggung jawab anggaran dalam desanya masing-masing.

“Tujuannya, kita ingin mempersempit ruang gerak para keuchik agar tidak tersandung dengan perkara korupsi yang bakal berurusan dengan pihak hukum,” kata Dasril di ruang kerjanya.

Selain para keuchik yang hadir sebagai peserta, Kajari Abdya akan menjadi pemateri utama. Kemudian ditambah pemateri pendukung dari Inspektorat dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Pemberdayaan Perempuan (DPMP4) Abdya.

“Selain itu, acara ini nanti juga dihadiri Wakil Bupati Abdya, Muslizar MT sekaligus diminta untuk mendengarkan pemaparan penggunaan dana desa yang selama ini sering berpotensi bermasalah,” ungkap Dasril.

Diperkirakan ada sekitar 152 keuchik dari sembilan kecamatan dalam Kabupaten Abdya yang akan menghadiri sosialisasi itu nanti.

“Intinya, kita ingin para Keuchik lebih berhati-hati dalam mengelola dana desa. Sebab, kita mendapatkan informasi kalau ada desa yang hingga saat ini belum melanjutkan pekerjaan padahal sudah menarik termin pertama,” sambung Dasril lagi.

Terakhir Dasril berharap, selaku mitra pemerintah, agar para keuchik tidak sungkan-sungkan untuk konsultasi masalah hukum dengan pihak Kejari Abdya terkait dengan kebijakan penggunaan dana desa. Jangan sampai, begitu sudah bermasalah baru melakukan konsultasi dan harus berurusan dengan pihak hukum.

“Artinya, mencegah itu lebih baik daripada sudah terlanjur memulai kesalahan itu sendiri. Semoga saja dengan kegiatan sosialisasi ini, para keuchik akan mendapatkan bahan dan wawasan tentang aturan penggunaan dana desa,” demikian ujarnya. (Rizal).

To Top