Sosial

Nasriah, Jamaah Haji asal Banda Aceh akan Dapat 500 Ribu Riyal Arab Saudi

Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Arab Saudi, Agu Mafthuh Abegebriel

Republika

ACEHTERKINI.COM | Nasriah Binti Muhammad Abdurrahman, warga Desa Lam Ara, Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh yang merupakan Jamaah Haji tahun 2015 lalu bakal mendapat dana santunan dari Pemerintah Arab Saudi sebesar 500 ribu riyal.

Nasriah, Jamaah Haji asal Banda Aceh tahun 2015 didampingi suaminya Sedang Dirawat di RS Arab Saudi. Foto | Istimewa

Mantan Kepala Bidang Pelayanan Haji Kementerian Agama Provinsi Aceh, Herman mengatakan, Nasriah (52) merupakan salah satu jamaah haji asal Aceh yang menjadi korban musibah alat berat berupa crane yang jatuh di Masjidil Haram, Jumat, 11 September 2015.

Nasriah tercatat dari Kloter I Embarkasi Aceh. Ia mengalami luka ringan dan sempat dioperasi kedua kakinya.

Informasi dana santunan korban crane ini mulai cair. Dikutip dari republika.co.id, Selasa (29/8/2017), Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Arab Saudi, Agu Mafthuh Abegebriel mengatakan, informasi dana santunan korban crane akan segera cair dalam waktu dekat. Kabar ini setelah nota diplomatik yang berstatus penting dan segera, dilayangkan Saudi ke KBRI Riyadh pada Senin (28/8/2017) sore waktu Arab Saudi (WAS).

“Nota dilomatik dengan amat segera sudah diterima,” kata dia dalam acara taaruf dan konsolidasi PPIH Arab Saudi Menteri Agama beserta jajaran, DPR-RI, DPD-RI, Amir al-Hajj, Inspektorat Jenderal Kemenag, dan perwakilan TNI Polri, Senin (28/8/2017) malam WAS.

Berita Terkait: Bantuan Korban Jatuhnya Crane Arab Saudi Tunggu Penerbitan Cek, Aceh Satu Orang

Berita Terkait: Alhamdulillah, Jamaah Calon Haji Asal Aceh, Nasriah Sudah Mulai Membaik

Agus menjelaskan total penerima santunan dari Indonesia yang telah terverikasi secara resmi oleh Saudi sebanyak 36. Sebanyak 10 pasien meninggal dan satu cacat permanen mendapatkan santunan sebesar 1 juta riyal atau sekitar Rp 3.5 miliyar.

Sedangkan 25 korban luka berat dan ringan akan memperoleh santunan sebesar 500 ribu riyal atau Rp1,75 miliar. Nama tersebut keluar berdasarkan verifikasi, tes DNA dan proses lain yang dilakukan pemerintah Arab Saudi.

“Jangan tanya dubesnya dapat berapa, zero riyal, semua untuk keluarga korban,” kata dia.

Agus mengungkapkan alasan mengapa upaya ‘penagihan’ dana santunan tersebut lambat. Ini karena Pemerintah Saudi memastikan betul hasil verifikasi jumlah korban karena adanya keberadaan jenazah bukan korban crane yang dimasukkan dalam daftar penerima. Bahkan Saudi sempat memastikan dengan mengukur mas’a (lokasi sai) dan rasionalisasi jumlah korban.

Menurut Agus, pihaknya belum bisa mengatakan dana sudah cair karena belum ada diterima KBRI, namun pihaknya memastikan proses penagihan yang dia tempuh sejak awal dilantik sebagai dubes LBBP RI untuk Saudi pada 14 Maret 1016 lalu, telah final dan membuahkan hasil dengan keluarnya nota diplomatik tersebut.

Agus menyatakan proses akhir pencairan akan dilakukan dengan segera sesuai dengan nota diplomatik. Verifikasi rampung dilakukan tinggal menunggu legalisasi dari KBRI Riyadh. Begitu dana santunan cair, pihaknya akan segera menghubungi keluarga korban di Indonesia. “Sifatnya segara akan dilakukan dengan sangat segera,” kata dia.

To Top