Sosial

Muara Tersumbat, Padi Petani Padang Kawa Terendam

Pengerukan Muara Padang Kawa, Kecamatan Tangan-Tangan, Abdya

Foto | Rizal

ACEHTERKINI.COM | Air Pasang dari muara Padang Kawa, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dalam beberapa hari terakhir merendam tanaman padi yang akan memasuki masa panen milik petani.

Warga yang berada di lokasi tersebut merasa khawatir akan hal itu, pasalnya air muara yang seharusnya mengalir ke laut, justru tertahan lantaran mulut muara tersumbat akibat endapan sedimen pasir yang terbawa oleh gelombang pasang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, Amiruddin kepada acehterkini, Jumat (25/8/2017) membenarkan kondisi tersebut. Pihaknya langsung bergerak ke lokasi yang juga ikut serta Wakil Bupati Abdya, Muslizar MT untuk melakukan penanggulangan.

“Kami bersama dengan Wakil Bupati Abdya langsung turun kelokasi setelah mendapat informasi dari warga setempat. Wabup memerintahkan kami untuk turun langsung,” ungkapnya.

Kata Amir, penyumbatan mulut muara memang sering terjadi jika pasang melanda kawasan itu. Bahkan pihaknya juga pernah melakukan penanganan secara darurat yakni dengan menggali mulut muara menggunakan excavator (beko). Namun tidak berselang lama, mulut muara kembali tersumbat akibat tingginya endapan sedimen pasir yang menumpuk.

“Wakil Bupati menginstruksikan kepada BPBK untuk segera melakukan pengerukan dengan alat berat. Pengerukan itu langsung dikerjakan dan dipastikan tuntas hari ini juga,” ungkapnya.

Efek dangkalnya muara itu, kata Amir tidak mampu menampung debit air pasang yang semakin banyak. Ditambah lagi mulut muara yang kerap tersumbat, membuat belasan hektar tanaman padi petani menjadi sasaran. Solusinya adalah dengan membangun tanggul pemecah ombak.

“Akan diusulkan untuk membangun tanggul pemecah ombak di mulut muara, agar sedimen tidak menumpuk di mulut muara saat gelombang pasang,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Abdya, Muslizar MT membenarkan kondisi itu. Pihaknya mengaku telah turun ke lokasi bersama BPBK untuk melakukan pengerukan.

“Ada petani yang langsung menghubungi saya, kemudian dengan sesegera mungkin, saya minta BPBK untuk menurunkan alat berat ke lokasi itu,” tuturnya singkat.

Sementara itu, Rusdi petani setempat berharap agar Pemkab Abdya segera merealisasikan pembangunan tanggul pemecah ombak di kawasan itu. Warga sudah sangat lelah dengan kondisi mulut muara yang kerap tersumbat dan berimbas pada tanaman padi. [Rizal]

To Top