Ekonomi

Harga Daging di Abdya Rp180 Ribu Per Kilogram

Wakil Bupati Abdya, Muslizar MT Bersama Kapolsek Manggeng Iptu Sunardi Yasmin Memantau Lokasi Pemotongan Daging Meugang, Kamis (31/8/2017)

Foto | Rizal

ACEHTERKINI.COM | Harga daging meugang menyambut Hari Raya Idul Adha 1438 Hijriah di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mencapai Rp180 ribu per kilogram, harga tersebut tidak berpengaruh apapun terhadap daya beli masyarakat di kabupaten setempat.

Pasalnya, tradisi pemotongan hewan seperti kerbau dan sapi sudah menjadi rutinitas tahunan dalam rangka menyambut bulan puasa dan hari raya di Abdya bahkan di seluruh Aceh.

Herman, warga Desa Kedai, Kecamatan Manggeng, mengaku tidak menjadi persolan harga daging bisa mencapai Rp180 ribu per kilogram. Meski harganya mencapai Rp200 ribu perkilo sekalipun juga dibeli oleh masyarakat. Sebab tradisi membeli daging jelang hari raya atau puasa sudah menjadi rutinitas tahunan dan membudaya di Abdya.

“Mungkin pelaksanaan seperti ini hanya tiga kali dalam setahun, yakni pada saat menyambut Bulan Suci Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha. Jadi, bagaimanapun kondisi hargannya tetap akan dibeli oleh masyarakat,” tuturnya kepada wartawan, Kamis (31/8/2017) di lokasi pemotongan Lapangan Bola Kaki, Desa Seunulop, Manggeng.

Bisa dikatakan, harga daging di hari-hari tertentu seperti memang mahal jika dibandingkan harga daging pasaran pada umumnya. Kalau di kota-kota besar, memang sudah ada pasar hewan, jadi harganya pun sudah stabil dan ditentukan sesuai pasaran.

Bukan hanya di Manggeng saja, tarif harga daging juga sama di lokasi pemotongan Krueng Beukah, Kecamatan Blangpidie, Pasar Tanjong Bunga, Kecamatan Tangan-Tangan dan lokasi-lokasi lainnya di Abdya.

“Jadi saya pikir tidak masalah, kalau ada masyarakat tidak mau membeli daging, mereka pasti beralih ke daging Ayam atau sejenisnya. Yang jelas untuk hari itu tetap dipenuhi,” demikian Herman.

Tanggapan serupa juga dikemukakan Sulaiman. Ia membenarkan kalau harga jual daging mencapai Rp180 ribu perkilo. Harga tersebut merupakan hasil keseragaman dan kesepakatan bersama para pedagang daging di Abdya.

“Jadi tidak ada yang memotong harga, karena penetapan harga tesebut sudah sesuai dengan harga satu ekor kerbau yang kita beli,” jelasnya.

Biasanya, lanjut Sulaiman, harga daging bisa saja mulai turun seiring waktu yang terus berjalan. Jika pada waktu pagi sekali, harga daging masih mencapai Rp180 ribu, tapi pada saat sudah memasuki pukul 10.00 wib, harga daging mulai turun secara perlahan hingga mencapai Rp.120 ribu perkilo.

“Terkadang permintaan masyarakat lebih tinggi jika dibandingkan dengan jumlah hewan yang kita potong (sembelih). Untuk Manggeng saja tersedia sekitar 33 ekor kerbau dan 8 ekor sapi. Terkadang itu saja tidak cukup,” katanya.

Amatan dilapangan, Wakil Bupati Abdya, Muslizar MT juga nampak mengamati sejumlah lokasi pemotongan daging meugang. Dimana, Pemerintah Abdya sendiri telah menetapkan jadwal hari meugang jatuh pada Kamis (31/8/2017) hari ini. (Rizal)

To Top