Layanan Publik

Gubernur Minta BPKS Operasionalkan KM Pulo Deudap

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf tiba di Sabang Dalam Rangka Meninjau KM Pulo Deudap dan Mengunjugi Lokasi Sail Sabang 2017, Kamis 24 Agustus 2017

Foto | M. Rizal

ACEHTERKINI.COM | Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf meminta Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) segera mengoperasionalkan kembali Kapal Motor (KM) Pulo Deudap yang sudah lama terbengkalai.

Permintaan itu disampaikan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Sabang, Kamis (24/8/2017). “Kalau BPKS tidak mampu, maka akan kita serahkan ke pihak swasta,” kata Irwandi Yusuf.

Gubernur Aceh tiba di Sabang sekitar pukul 10.30 wib dengan menggunakan pesawat PS SEO Eagle One Hanakaru Hokagata. Irwandi disambut Walikota Sabang terpilih Nazaruddin, mantan Ketua PNA Sabang, Izil Azhar, Soenarko dan sejumlah investor lokal. Tampak juga Danlanal, Danlanud serta unsur Muspida Kota Sabang.

Kunjungan singkat ke Sabang ini dimanfaatkan Irwandi meninjau KM Pulo Deudap yang sudah terbengkalai di dermaga CT1 BPKS. Kemudian Irwandi juga mengunjungi lokasi puncak penyelenggaraan Sail Sabang 2017 di dermaga CT3 BPKS.

“Saat ini apa yang menyebabkan KM Pulo Deudap belum bisa dioperasionalkan, sudah banyak uang negara yang dihabiskan untuk KM Pulo Deudap, namun belum bisa bermanfaat bagi rakyat. Saya berharap tahun 2017, KM Pulo Deudap dapat dioperasionalkan walaupun harus kembali ke pihak ketiga dalam hal pihak swasta,” ujar Irwandi dihadapan Kepala BPKS, Fauzi Husein.

Menurutnya Pemerintah Aceh sampai dengan saat ini masih konsisten dan serius menangani sistem transportasi Sabang-Banda Aceh maupun sebaliknya hingga pemerintah mengalokasikan anggaran khusus untuk membeli alat penyeberangan seperti KM Pulo Deudap, namun di pihak pengelola aset-aset tersebut justru terbengkalai dengan alasan biaya operasional dan biaya doking serta perawatan yang tidak mampu di penuhi.

Sementara itu Kepala BPKS Ir. Fauzi Husein melalui Kepala Biro Program dan Perencanaan Agus Salim menyebutkan pihak BPKS sendiri sejak tahun 2016 lalu telah menganggarkan biaya perbaikan dan operasional dengan nilai yang tidak sedikit.

Namun di tengah perjalanan KM Pulo Deudap kembali mengalami kerusakan dan kembali harus diperbaiki mengingat saat diserahkan pada BPKS dari Dinas Perhubungan Aceh pada tahun 2016 lalu kapal tersebut memang sudah dalam keadaan tidak memenuhi standar.

“Jadi kita sudah berupaya maksimal, walaupun sampai saat ini kapal tersebut masih harus diperbaiki dan doking hingga dapat memenuhi standar sebagai kapal penumpang yang layak untuk dioperasionalkan baik dari segi keamanan, mesin interior bahkan sampai ke tingkat sumber daya manusianya yang juga harus kita pertimbangkan,” tandas Agus Salim. [M. Rizal]

To Top