Pendidikan

Disiplin Guru di Abdya Masih Rendah

Wakil Bupati Aceh Barat Daya, Muslizar menjadi pembina upacara di SMAN 4 Abdya, Senin (28/8/2017).

Foto | Rizal

ACEHTERKINI.COM | Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Wabup Abdya), Muslizar MT merasa prihatin dengan tingkat kedisiplinan guru dan siswa di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). kondisi itu terlihat saat pihaknya dua kali melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Sekolah Menengah Atas (SMA).

Secara dadakan, Wabup, Muslizar pertama kali berkunjung ke SMA Negeri 5 Abdya, Desa Suak Labu, Kecamatan Tangan-Tangan untuk menjadi pembina upacara pada hari Senin (21/8/2017) lalu. Hingga, pukul 08.00 WIB Muslizar berada di sekolah tersebut, hanya empat orang guru dan beberapa orang siswa saja yang baru hadir ke Sekolah. Padahal hari Senin merupakan hari wajib datang lebih cepat karena akan dilaksanakan upacara.

Hal serupa juga terjadi di SMA Negeri 4 Abdya yang berlokasi di Desa Alue Padee, Kecamatan Kuala Batee. Begitu Wabup, Muslizar dan rombongan tiba di pekarangan sekolah pada Senin (28/8/2017), para siswa dan guru nampak salah tingkah dan tak tentu harus berbuat apa. Apalagi ketika itu masih banyak guru dan siswa yang belum sampai ke sekolah, sementara pelaksanaan upacara segera berlangsung.

Wabup, Muslizar sengaja merahasiakan kedatangannya, agar lebih jelas memantau tingkat kedisiplinan tenaga pendidik dan para siswa. Wabup mengaku prihatin dengan kedisiplinan para guru termasuk siswa, bahkan sangat jauh dari yang semestinya diharapkan.

“Setelah saya amati, tingkat kedisiplinan tenaga pendidik dan peserta didik di Abdya masih sangat rendah. Untuk itu, harus segera diperbaiki, agar tidak keenakan dan semakin membudaya. Untuk selanjutnya kita akan sidak ke sekolah lainnya, namun tetap dirahasiakan jadwalnya,” kata Wabup, Muslizar.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Abdya, Drs.H.Yusnaidi, MPd mengaku prihatin. Menurutnya, sejauh ini Dinas Pendidikan Abdya tidak bisa berbuat banyak mengenai tingkat kedisiplinan guru dan siswa tersebut.

Sebab, terhitung sejak awal Januari 2017 SMA sederajat termasuk para guru, siswa hingga aset yang selama ini menjadi tanggungjawab kabupaten/kota masing-masing menjadi tanggungjawab Provinsi Aceh dalam hal ini Dinas Pendidikan Aceh.

Sedangkan perpanjangan tangan di daerah, ditunjuk Pusat Pembinaan Mutu Guru (PPMG) untuk menjadi lembaga yang profesional dalam hal pembinaan mutu pendidikan dan kependidikan di daerah.

“Kita turut prihatin, nanti juga akan kita sampaikan masalah pengalihan SMA ditangani oleh provinsi kepada Pak Wabup,” tuturnya kepada wartawan. [Riza]

Comments
To Top