Sosial

Damhuri Buat Postingan ‘Galau’ di Facebook Soal Berita Kasus PT Asdal

ACEHTERKINI.COM | Salah seorang warga Subulussalam, yang disebut-sebut netizen sebagai Sekda Kota Subulussalam , H Damhuri, SP. MM terlihat galau dengan kejadian pembakaran PT. Asdal Prima Lestari oleh ratusan massa di Kecamatan Sultan Daulat beberapa hari yang lalu.

Buktinya, pada Sabtu, 5 Agustus 2017, melalui akun facebooknya yang bernama Damhuri Sbs, dia khawatir dengan judul berita salah satu media cetak dengan judul “Subulussalam Rusuh” akan membuat para investor hengkang dan tak mau lagi ke Subulussalam.

Postingan Facebook Damhuri Sbs

Berikut tulisan di akun Damhuri Sbs ” Assalamualaikum sanak ambo, Mengenai head line kapatan “Subulussalam Rusuh”, abang sependapat atas berita itu, tapi abg mohon bantuan “tangan” adinda lain kali kalau bisa judulnyo kesannyo jangan menakutkan urang, dan letaknya indak halaman utama.

Bukan apo apo sanak , subulussalam dan aceh singkil memacu pertumbuhan ekonomi diantaranyo menciptakan iklim investasi yg baik, aman, nyaman, sejuk, dipercaya.

Kito menghindari kesan takut bagi investor , kito sadar tanpa investasi pertumbuhan ekonomi lambat.
Itu sajo adinda semata mata pandangan ko utk kepentingan invesatasi secara umum, bukan kasus ptl itu. Maafkan abang atas kelancangan iko, doa abang semioga adinda menjadi Tokoh Besar di Aceh,aamiiin ya Allah ”

Tak berselang lama, beberapa warga dunia maya terus melontarkan komentar. Komentar pertama datang dari pemilik akun Jaminuddin Berutu. Jaminuddin Berutu menulis bahwa kejadian yang menimpa PT Asdal tersebut merupakan bom waktu yang dipelihara.

“Sepertinya ini bom waktu yang dipelihara, sama kejadian kantor Bupati Aceh Singkil tahun 2011 yang juga di bakar massa. Investor kita butuh namun investor yang dermawan, santun dan bermasyarakat bukan memenjarakan masyarakat karena ini negeri kita bukan negeri investor,” tulis Jaminuddin.

Jaminuddin juga memberikan solusi agar tidak kembali terjadi gejolak seperti kejadian di PT Asdal. Solusi yang dituliskan itu ialah, Pemerintah Daerah segera panggil Dirut PT. Asdal untuk mengklasifikasi, Ukur ulang HGU dan eksekusi hasilnya, Inklav HGU untuk kepentingan umum dan Pemerintah, Pemerintah Daerah dan DPRK tampil sebagai wasit karena tidak ada wasit yang lain.

Komentar lainnya datang pemilik akun Edy Sahputra yang menyebutkan “Investasi seyogianya memacu pertumbuhan ekonomi rakyat, tapi jika investasi menyengsarakan rakyat dan menguntungkan pihak tertentu saja maka persetan dengan itu semua, merdeka”.

Disusul komentar pemilik akun Bakhtiar Bakhtiar “Yg nama nya kapitalis tdk pernah mesra dgn masyarakat, yg mesra cuma dgn pengambil kebijakan.”!

Komentar juga datang dari pemilik akun Safran Kombih “Yg namanya investor di kota subulussalam ini blom ada bukti meningkatkan pertumbuhan ekonomi rakyat jgn bawa2 rakyat utk kpentingan pribadi”.

Baru lima jam diposting di akun Damhuri Sbs, sudah ada 15 pemilik akun lain yang memberi komentar yang kesemuanya hampir tidak sependapat dengan Damhuri. Meski panen sorotan, Damhuri belum ada memberi jawaban atau membalas komentar lainnya [Alim].

To Top