Hukum

Berebut Lahan, Petani Sawit di Aceh Singkil Demo PT. Delima Makmur

Kelompok Tani Demo PT. Delima Makmur Karena Ingin Menguasai Lahan yang Diduga Berada di Luar HGU Perusahaan, Rabu 2 Agustus 2017

Foto | Jamaluddin

ACEHTERKINI.COM| Ratusan masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani melakukan aksi unjuk rasa di Pos I SK III, PT Delima Makmur, Desa Situban Makmur, Kecamatan Danau Paris, Kabupaten Aceh Singkil, Rabu (2/8/2017) sekira pukul 09.30 wib.

Aksi unjuk rasa dilakukan karena para petani bermaksud ingin menduduki lahan perkebunan sawit di SK III PT. Delima Makmur, Kabupaten Aceh Singkil. Mereka membawa surat dari Bupati Aceh Singkil yang menyebutkan bahwa lahan seluas 2851 hektar itu berada di luar HGU PT. Delima Makmur.

Para pengunjuk rasa datang ke lokasi dengan kenderaan L-300 dengan bak terbuka, mobil Avanza dan 1 unit mobil double cabin dan mendapat pengawalan dari aparat kepolisian Aceh Singkil.

Koordinator Aksi, H. Ramlan Lubis mengatakan aksi unjuk rasa ini dilakukan secara damai. Dalam orasinya itu, Ramlan Lubis menyampaikan surat dari Bupati Aceh Singkil ini mengatakan lahan seluas 2851 hektar berada di luar HGU kebun sawit PT. Delima Makmur.

“Kami ingin menuju ke lokasi lahan itu, kami minta aparat kepolisian dan pihak perusahaan tidak menghalangi kami,” kata Ramlan dalam orasinya.

Menanggapi demo petani sawit itu, Humas PT. Delima Makmur, Deni Murdani SH mengatakan kalau kelompok tani ini mau ke lahan seharusnya dapat membawa surat izin dari kepolisian setempat.

“Tanpa surat izin dari Polres Aceh Singkil maka kelompok tani tidak boleh menduduki lahan tersebut karena itu sudah melanggar ketentuan hukum,” kata Deni Murdani.

Tanggapan yang lain juga disampaikan kuasa hukum PT. Delima Makmur, Syarwani SH. Dikatakannya perusahaan menolak aksi tersebut dan jika ingin menguasai lahan itu maka harus di teruskan ke pengadilan untuk diselesaikan secara hukum.

“Kami akan melakukan dialog dengan kelompok tani ini dengan harapan agar penyelesaian ini dapat terselesaikan,” kata dia.

Amatan acehterkini di lokasi, para pengunjuk rasa tetap bersikukuh pada pendiriannya. Para petani ingin melihat surat kuasa dari pihak PT. Delima Makmur. Sebaliknya kuasa hukum PT. Delima Makmur juga meminta petani membubarkan diri jika surat kuasa tersebut dapat diperlihatkan.

Kelompok Tani dan Perusahaan Kelapa Sawit PT. Delima Makmur Melakukan Mediasi Lapangan Terkait Dugaan adanya Lahan Perusahaan di luar HGU. Mediasi Lapangan ini Disaksikan Kapolres Aceh Singkil, Rabu 2 Agustus 217. Foto | Jamaluddin

Selanjutnya, Kapolres Aceh Singkil, AKBP Ian Rizkian Milyardin SIK melalui Kasat Intelkam AKP Zulkarnain mencoba untuk menengahi permasalahan tersebut.

Kasat Intelkam Polres Aceh Singkil, AKP Zulkarnain mengatakan, pihaknya telah meminta petunjuk dari Kapolres Aceh Singkil agar antara pihak kelompok Tani dan PT. Delima Makmur untuk dapat mengirimkan 5 orang perwakilan untuk berunding di Polres Aceh Singkil, hal itu untuk mencari solusi serta menjaga situasi agar tetap Kondusif.

Menyikapi hal tersebut, pihak kelompok tani dan PT. Delima Makmur akhirnya bersedia untuk menggelar mediasi lapangan, yang dipimpin oleh Kapolres Aceh Singkil, AKBP Ian Rizkian Milyardin SIK.

Dalam mediasi lapangan ini, para kelompok tani dan pihak perusahaan sepakat untuk tidak menguasai lahan sebelum adanya keputusan dari pengadilan, namun PT. Delima Makmur akan tetap melakukan kegiatan di lahan yang bersengketa tersebut baik perawatan maupun memanen TBS.

Selanjutnya, dari hasil produksi di lahan yang bersengketa tersebut akan dilaporkan setiap harinya kepada pihak kelompok tani, dan bila ada putusan pengadilan nantinya terhadap siapa yang berhak menguasai lahan maka hasil produksi dari lahan yang bersengketa tersebut yang dihitung mulai hari ini, Rabu 2 Agustus 2017 akan menjadi hak milik pemenang gugatan perkara di pengadilan nantinya.

Kesepakatan itu disaksikan oleh Kapolres Aceh Singkil, anggota kelompok tani, dan sejumlah aktivis serta serta pihak perusahaan.

Mediasi lapangan berakhir pukul 13.00 wib, para pengunjuk rasa yang berada di Pos 1 SK III PT. Delima akhirnya membubarkan diri. [Jamaluddin]

 

Comments
To Top